
Penulis: Salmon
TVRINews, Kendari
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah titik di Kota Kendari.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, didampingi Kapolda Sultra, Danrem, Ketua DPRD, dan jajaran TPID menggelar inspeksi mendadak di pasar tradisional, gudang Bulog, distributor bahan pokok, hingga ritel modern.
Rombongan melakukan pemantauan sejak pagi hari, menyisir lapak pedagang di pasar tradisional dan berdialog langsung dengan penjual serta pembeli. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas, seperti cabai, bawang, dan telur, tidak mengalami kenaikan harga, bahkan beberapa tercatat mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan oleh stok barang yang melimpah dari distributor dan petani.
Saat meninjau gudang milik Perum Bulog, Gubernur memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng dalam kondisi aman.
“Stok cadangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Ini penting agar ketahanan pangan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Andi Sumangerukka.
Namun, di salah satu ritel modern, Gubernur menemukan tujuh komoditas pangan mengalami kenaikan harga dan tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi temuan ini, ia memberikan peringatan tegas.
“Saya minta pihak ritel segera menyesuaikan harga sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai masyarakat dirugikan menjelang hari besar,” tegasnya.
Gubernur menekankan, pemantauan ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, serta menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman.
“Pemantauan ini juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh pihak, mulai distributor hingga ritel, berperan menjaga ketersediaan pangan dan harga yang wajar,” tambahnya.
Editor: Redaksi TVRINews
