
Penulis: Harry R
TVRINews, Subang
Seorang petani asal Subang, Darwita (57), ditemukan tewas setelah empat hari dinyatakan hilang akibat terseret arus banjir Sungai Ciasem. Korban, yang berasal dari Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, dilaporkan hanyut pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, saat berusaha menyeberangi sungai setelah bekerja di sawah.
Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air Sungai Ciasem meningkat drastis, sehingga arus sungai yang kuat menyapu tubuh korban. Darwita diketahui nekat mencoba menyeberang sungai yang sedang meluap, dan tak lama kemudian, ia terbawa arus.
Setelah kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, relawan, TNI, dan Polri langsung melakukan pencarian intensif. Tim menyisir area sungai baik dari darat maupun menggunakan perahu untuk mencari korban.
Setelah pencarian selama empat hari, Sabtu (14/2/2026), jasad korban akhirnya ditemukan sekitar 50 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, dalam keadaan tersangkut di tumpukan sampah dan rumpun bambu.
Kanda, anggota BPBD Subang, mengungkapkan, “Korban ditemukan tersangkut di tumpukan sampah dan rumpun bambu di Desa Dukuh. Kami segera mengevakuasi jenazahnya."
Setelah ditemukan, jenazah Darwita segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas untuk proses visum sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Anak korban, Riki, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas upaya yang dilakukan oleh tim SAR dan pihak yang terlibat dalam pencarian.
"Kami sekeluarga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu pencarian ayah saya. Kami sangat menghargai usaha dan dukungannya," kata Riki.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga setempat mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca ekstrem, terutama di daerah yang rawan banjir dan memiliki sungai dengan arus yang kuat.
Editor: Redaktur TVRINews
