
Writer: M. Ramadan
TVRINews, Anambas
Ketenangan perairan Pulau Palah, Kabupaten Kepulauan Anambas, terusik setelah terjadi tabrakan antara kapal mewah jenis yacht milik warga negara asing dengan kapal nelayan lokal (pompong), Kamis, 30 April 2026. dini hari.
Insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 2.00 WIB di koordinat 3°22′20.92" LU dan 106°13′51.78" BT. Kapal pompong milik Arman (45), nelayan asal Desa Mubur, saat itu berada di jalur lintas sebelum dihantam kapal yacht.
Laporan resmi baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna melalui Pos SAR Anambas pada pukul 9.20 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Tim gabungan terdiri dari personel Pos SAR Anambas, Polairud, Imigrasi, serta dibantu nelayan setempat. Proses evakuasi berlangsung cepat di tengah kondisi cuaca yang relatif bersahabat.
Kepala Operasi SAR Natuna, Budiman, menyampaikan bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
“Korban atas nama Arman ditemukan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, benturan keras menyebabkan kapal pompong milik korban tenggelam. Hingga saat ini, nelayan setempat masih berupaya mengevakuasi bangkai kapal dari dasar laut.
Karena melibatkan kapal milik warga negara asing, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) bersama Imigrasi Anambas turut melakukan penyelidikan. Pemeriksaan difokuskan pada dokumen kapal serta kronologi kejadian dari pihak nahkoda yacht.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi cuaca saat kejadian dan evakuasi tergolong baik, dengan cuaca cerah berawan, tinggi gelombang sekitar 0,0 hingga 0,5 meter, serta angin bertiup lemah dari arah tenggara.
Saat ini situasi di perairan Pulau Palah telah kembali kondusif. Namun, penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Editor: Redaktur TVRINews
