
Writer: Aswan
TVRINews, Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara mengingatkan adanya potensi penurunan kualitas udara selama musim kemarau tahun ini, terutama yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh pihak.
Berdasarkan data BMKG, musim kemarau yang disertai El Nino berpotensi menimbulkan sejumlah bencana, seperti kekeringan yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air, gagal panen, hingga kebakaran lahan.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Kusairi, menjelaskan bahwa selain kekeringan, masyarakat juga perlu mewaspadai penurunan kualitas udara atau meningkatnya tingkat polusi selama periode kemarau.
“Pada musim kemarau, potensi polutan di udara cenderung meningkat dan penyebarannya lebih cepat. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, diperlukan mekanisme respons cepat untuk menghadapi kondisi udara yang memburuk. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesiapsiagaan petugas terkait serta penguatan sistem pemantauan kualitas udara.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting guna meminimalisir dampak polusi, terutama terkait bahaya partikel debu dan asap yang dapat memicu gangguan kesehatan.
BMKG berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah konkret agar dampak musim kemarau dan El Nino dapat diminimalisir, khususnya dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan.
Editor: Redaktur TVRINews
