
Penulis: M. Ilham Ari Putra
TVRINews, Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) tidak boleh dipandang semata sebagai arena kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter dan pengamalan nilai-nilai Al Quran.
Hal tersebut dikatakannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan MTQH ke-20 tingkat Kota Tanjungpinang di Astaka MTQH kawasan Melayu Square, pada Senin, 27 April 2026.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah kondisi sosial yang terus berubah, ketika tantangan moral dan arus digital kerap menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai keagamaan. Dalam konteks itu, MTQH menjadi medium strategis untuk menjaga tradisi literasi Al-Qur’an tetap hidup sekaligus menanamkan nilai keislaman secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Raja Ariza yang juga Ketua LPTQ Kota Tanjungpinang mengatakan pembinaan peserta terus diperkuat agar prestasi daerah dapat meningkat pada tingkat yang lebih tinggi.
“Pembinaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan agar lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di masyarakat,” ujar Raja.
MTQH ke-20 Kota Tanjungpinang mempertandingkan 21 cabang lomba, mulai dari tilawah, hifzil, syarhil, hingga fahmil Quran. Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan lomba marawis, rebana, dan bazar yang melibatkan partisipasi masyarakat.
MTQH tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Namun juga momentum strategis untuk memperkuat syiar islam, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran di Kota Tanjungpinang.
Editor: Redaksi TVRINews
