
Penulis: Muhammad Ridwan
TVRINews Sleman
Empat anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta yang berada di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.
Keempat anggota DPD RI tersebut yakni Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Yashinta Sekarwangi Mega, Ahmad Syauqi, dan Hilmy Muhammad. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung ketersediaan stok bahan pangan, khususnya beras, menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Bank Indonesia, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Biro Perekonomian DIY, Ditreskrimsus Polda DIY, serta tim Direktorat Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, GKR Hemas menyampaikan bahwa masih banyak keluhan dari masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu memastikan langsung ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Yogyakarta agar tidak mengalami lonjakan yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, mengatakan kenaikan harga bahan pangan saat momentum Lebaran kerap terjadi. Meski demikian, pemerintah daerah bersama berbagai pihak perlu berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Momentum Lebaran kok naik harganya. Tadi kangkung saja naik. Jadi ini budaya ya, mungkin pedagang juga ingin Lebaran. Namun kita juga harus membantu Bapak Gubernur untuk menstabilkan harga, supaya Jogja tidak lebih bergejolak dibandingkan provinsi lain,” ujar GKR Hemas
Sementara itu, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog untuk wilayah DIY saat ini mencapai sekitar 48.000 ton.
Adapun total stok beras untuk seluruh wilayah kerja Bulog DIY mencapai 137.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa hingga mendekati Lebaran tren permintaan beras relatif stabil. Hal itu karena penyaluran beras dilakukan secara rutin setiap hari.
“Sampai dengan masuk Lebaran trennya sama, karena penyaluran kita rutin setiap hari. Jadi kalau kami lihat, fluktuasi permintaan tidak berpengaruh secara signifikan, stabil saja,” ujar Dedi.
Meski cadangan beras dinilai mencukupi, DPD RI DIY tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta berbelanja secara bijak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan bahan pangan, terutama menjelang maupun saat perayaan Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews
