
Penulis: Andi Husain
TVRINews, Karangasem
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem mencatat penurunan volume sampah organik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Linggasana di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumber, terutama melalui pemanfaatan teba modern di lingkungan rumah tangga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Karangasem, I Made Yusta Dwimerta, menyebut penurunan tersebut menjadi indikator positif dari upaya edukasi yang dilakukan pemerintah daerah.
“Penurunan ini menunjukkan masyarakat mulai sadar mengelola sampah organik dari rumah, salah satunya melalui penggunaan teba modern,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.
Meski terjadi penurunan, volume sampah organik yang masuk ke TPA Linggasana masih tergolong tinggi. Pada jadwal pembuangan Selasa, Kamis, dan Minggu, rata-rata 20 truk sampah organik masih masuk ke lokasi tersebut.
Untuk mendukung pengolahan, DLH Karangasem mengoperasikan dua mesin pemilah dan empat mesin pencacah sampah organik di TPA Linggasana. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 20 ton per hari dan mampu mengolah sampah organik menjadi kompos.
Namun, tantangan masih dihadapi karena sampah yang belum terpilah masih cukup banyak. Kondisi ini menjadi perhatian dalam sistem pengelolaan sampah daerah.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, sehingga yang dibuang ke TPA sudah terpisah sesuai jenisnya,” kata Yusta.
DLH Karangasem juga menerapkan jadwal pembuangan sampah berdasarkan jenis. Sampah non-organik dibuang pada Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, sedangkan sampah organik pada Selasa, Kamis, dan Minggu.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pengurangan sampah dari sumber yang diterapkan di Bali. Secara umum, sampah organik mendominasi lebih dari 50 persen dari total sampah rumah tangga di Indonesia.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, sampah organik tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga dapat diolah menjadi kompos bernilai ekonomi untuk mendukung sektor pertanian.
DLH Karangasem berharap tren penurunan sampah organik terus berlanjut seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.
Editor: Redaksi TVRINews
