
Penulis: Dhian Adhie
TVRINews, Yogyakarta
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, diwarnai dugaan kecurangan oleh salah satu peserta.
Seorang peserta tertangkap menggunakan perangkat elektronik yang disembunyikan di dalam telinga untuk memperoleh jawaban ujian. Aksi tersebut terungkap berkat kejelian pengawas, meski sempat lolos dari pemeriksaan metal detector.
Kecurigaan muncul saat pengawas dan operator TIK melihat gelagat tidak wajar dari peserta yang tampak gelisah dan berulang kali memegang telinga.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan alat bantu dengar berukuran kecil di dalam telinga peserta. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit ponsel serta sebuah perangkat lain yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kecurangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar, Suyitno, menyatakan seluruh temuan telah dicatat dalam berita acara, dan peserta yang bersangkutan mengakui kepemilikan perangkat tersebut.
“Seluruh temuan sudah kami tuangkan dalam berita acara. Yang bersangkutan juga mengakui barang tersebut miliknya. Perangkat itu jelas dilarang dibawa saat pelaksanaan UTBK,” ujar Suyitno, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, pemeriksaan peserta telah dilakukan sesuai prosedur menggunakan metal detector. Namun, pengawas tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama ujian berlangsung.
“Kami tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga menginstruksikan pengawas untuk mencermati perilaku peserta selama ujian,” tambahnya.
Meski terindikasi melakukan kecurangan, peserta tetap diizinkan menyelesaikan ujian hingga selesai, dengan tambahan waktu 15 menit akibat proses pemeriksaan.
Usai ujian, panitia melakukan pemeriksaan lanjutan dan menyita seluruh barang bukti. Peserta juga telah menandatangani berita acara pelanggaran.
Hingga saat ini, pihak Untidar masih menunggu keputusan dari panitia pusat UTBK terkait sanksi yang akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan diskualifikasi.
Kasus ini menjadi peringatan bagi penyelenggara untuk terus memperketat pengawasan, seiring berkembangnya modus kecurangan yang semakin canggih.
Editor: Redaktur TVRINews
