
Penulis: Rendy Artha
TVRINews, Jambi
Polemik angkutan batu bara yang melintasi jalan nasional di Provinsi Jambi masih menjadi persoalan serius. Aktivitas truk batu bara kerap memicu kemacetan panjang serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan konflik antara pengemudi dan masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafiz Fattah, mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan jalan khusus angkutan batu bara yang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah provinsi harus mempercepat penyelesaian jalan khusus batu bara sebagai solusi utama mengatasi kemacetan dan konflik di jalan umum,”ujar Hafiz.
Menurut Hafiz, pembangunan jalur khusus menjadi langkah paling efektif untuk memisahkan distribusi batu bara dari jalur umum yang digunakan masyarakat.
“Dengan adanya jalan khusus, angkutan batu bara tidak lagi menggunakan jalan umum sehingga dapat mengurangi kemacetan, kecelakaan, serta kerusakan infrastruktur,” tegasnya.
Ia juga menilai kebijakan penghentian total angkutan batu bara bukan solusi jangka panjang, karena berpotensi mengganggu roda perekonomian daerah yang selama ini ditopang sektor pertambangan.
“Kita tidak bisa menghentikan total angkutan batu bara, karena sektor ini juga menopang ekonomi daerah dan kebutuhan energi nasional,”tuturnya.
Hingga kini, aktivitas angkutan batu bara di jalan umum masih menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai wilayah di Jambi, terutama terkait kemacetan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.
Editor: Redaksi TVRINews
