Penulis: Lalu Riduansyah
TVRINews, Berau
Sebanyak 138 kader posyandu dari 16 kampung di Kabupaten Berau mengikuti seminar kesehatan terkait penanganan stunting. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari para peserta karena materi yang disampaikan dinilai sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Dalam seminar tersebut, para kader tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai penanganan stunting sejak dini, tetapi juga edukasi terkait pola makan dengan gizi seimbang sebagai langkah pencegahan.
Pemateri, dr. Nevi Dwi Handayani, menjelaskan bahwa penyebab stunting pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor gizi buruk. Menurutnya, kondisi psikologis anak juga turut berperan dalam memengaruhi terjadinya stunting.
Sementara itu, Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menyampaikan bahwa melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal, pihaknya akan terus berperan aktif membantu pemerintah dalam upaya penanganan stunting.
"Untuk anak yang sudah terindikasi stunting, kami lakukan pendampingan penanganan, termasuk rujukan ke dokter spesialis," ungkapnya, Selasa, 28 April 2026.
Ke depan, program ini akan terus diperluas. Sepanjang 2026, PT Berau Coal telah menyelenggarakan program lanjutan bagi kader di Kecamatan Teluk Bayur dan Segah sebagai bagian dari penguatan kapasitas di wilayah dampingan.
Reza menegaskan, perhatian terhadap stunting merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan generasi muda di Kabupaten Berau. Ia menilai, anak-anak yang sehat saat ini akan menjadi penentu masa depan daerah.
Selain melalui seminar kesehatan, PT Berau Coal juga menjalankan program pemberian makanan tambahan di 19 kampung, serta program pengembangan dan pemberdayaan bagi 60 masyarakat sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
