
Penulis: Rasyidi
TVRINews, Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan skor Indeks Kota Toleran (IKT).
Hal tersebut disampaikannya di sela prosesi pengukuhan pengurus Keluarga Kawanua Banjarmasin, sebuah wadah perkumpulan masyarakat asal Sulawesi Utara yang bermukim di Kota Seribu Sungai.
Yamin berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, Keluarga Kawanua dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara warga perantauan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ini dan berharap organisasi ini memberikan dukungan positif bagi terciptanya iklim sosial yang harmonis.
"Tentunya kita berharap dengan amanah yang baru ini, Keluarga Kawanua di Banjarmasin bisa menjadi lebih baik lagi dan maju. Paling penting adalah fungsinya sebagai penghubung antara kerukunan keluarga Sulawesi Utara dengan pemerintah agar bisa bersinergi dengan baik dalam membangun kota," ujar Yamin, Senin, 27 April 2026.
Senada dengan Wali Kota, Ketua Keluarga Kawanua Banjarmasin yang baru dikukuhkan, Refly Sumarsa, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi tersebut berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Selain memperkokoh kebersamaan di internal organisasi, pihaknya akan menyiapkan berbagai program yang selaras dengan kebijakan pemerintah setempat.
"Kita harus meningkatkan sumbangsih kita kepada pemerintah setempat supaya kita sama-sama membangun Banua, Kota Banjarmasin," tegas Refly.
Upaya merangkul berbagai etnis dan budaya ini sejalan dengan ambisi Pemko Banjarmasin untuk terus memperbaiki peringkat toleransi di tingkat nasional.
Berdasarkan data Setara Institute tahun 2025, Kota Banjarmasin menunjukkan tren positif dengan menempati urutan ke-13 sebagai Kota Toleran di Indonesia. Posisi ini naik dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-15.
Sebagai informasi, peringkat pertama Kota Toleran di Indonesia saat ini ditempati oleh Kota Salatiga, disusul Kota Singkawang di urutan kedua.
Dengan sinergi lintas etnis seperti yang ditunjukkan oleh Keluarga Kawanua, Banjarmasin optimis dapat terus merangkak naik ke posisi 10 besar kota paling toleran di tanah air pada penilaian mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews
