
Penulis: Indra Wijaya
TVRINews, Badung
Pemerintah Kabupaten Badung mewacanakan pembangunan jalur khusus transportasi publik di kawasan wisata Kuta, Legian, dan sekitarnya sebagai langkah strategis mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan kronis di wilayah selatan Bali.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan penanganan kemacetan kini menjadi prioritas pemerintah daerah, seiring tingginya mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, serta pertumbuhan jumlah kendaraan di kawasan wisata utama.
“Ke depan kami siapkan skema jalur khusus transportasi publik, terutama di kawasan Kuta, Legian, dan sekitarnya. Tetapi sebelum itu, penataan parkir harus diselesaikan agar sistem transportasi yang dibangun bisa berjalan efektif,” ujar Adi, Rabu, 29 April 2026.
Selama bertahun-tahun, kemacetan di Badung, khususnya di Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, hingga Canggu, menjadi keluhan wisatawan maupun warga lokal. Kepadatan lalu lintas biasanya terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari, serta meningkat tajam saat musim liburan, akhir pekan, dan periode kunjungan wisatawan tinggi.

Kawasan Kuta dan Legian menjadi titik paling rawan karena memiliki kepadatan hotel, restoran, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, serta akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Banyak ruas jalan di wilayah ini juga relatif sempit dibanding volume kendaraan yang melintas setiap hari.
Pemkab Badung menilai solusi jangka panjang tidak cukup hanya dengan pelebaran jalan. Karena itu, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan pada penguatan transportasi publik yang nyaman, cepat, dan memiliki jalur prioritas agar mampu bersaing dengan kendaraan pribadi.
Jalur khusus transportasi publik nantinya dirancang agar kendaraan umum dapat bergerak lebih lancar tanpa terhambat kepadatan lalu lintas campuran. Skema seperti ini telah diterapkan di banyak kota besar melalui bus lane, koridor shuttle wisata, hingga sistem angkutan massal berbasis jalur khusus.
Selain pembangunan jalur khusus, Pemkab Badung juga mempertimbangkan pembatasan kendaraan sebagai bagian dari manajemen lalu lintas. Kebijakan itu masih dalam tahap kajian dan akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur pendukung.
Menurut Adi, penataan parkir menjadi tahapan penting sebelum sistem transportasi baru dijalankan. Selama ini, parkir kendaraan di badan jalan maupun area usaha yang tidak tertata kerap mempersempit ruas jalan dan memperparah kemacetan, terutama di pusat wisata.
Karena itu, pemerintah daerah akan memprioritaskan penyediaan kantong parkir, penertiban parkir liar, serta penataan arus keluar-masuk kendaraan di kawasan padat wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah juga disebut akan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurangi titik-titik kemacetan eksisting. Beberapa opsi yang lazim dikaji antara lain pelebaran ruas tertentu, pembangunan jalan penghubung baru, rekayasa simpang, hingga peningkatan kualitas trotoar dan jalur pedestrian.
Wacana pelibatan investor dalam pengembangan transportasi publik juga terbuka, terutama untuk menghadirkan sistem modern dengan armada ramah lingkungan dan layanan digital terintegrasi. Namun pemerintah menegaskan pembenahan dasar seperti parkir dan jaringan jalan harus diselesaikan terlebih dahulu agar investasi berjalan optimal.
Persoalan kemacetan di Badung selama ini dinilai berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali. Waktu tempuh yang panjang, biaya logistik meningkat, serta menurunnya kenyamanan wisatawan menjadi tantangan serius bagi daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
Sejumlah pelaku usaha pariwisata sebelumnya juga mendorong pemerintah mempercepat solusi transportasi massal di Bali selatan.
Selain mengurai macet, sistem transportasi publik yang baik dinilai dapat meningkatkan pengalaman wisatawan dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Jika terealisasi, jalur khusus transportasi publik di Kuta-Legian akan menjadi salah satu langkah penting transformasi mobilitas di Badung, dari ketergantungan kendaraan pribadi menuju sistem transportasi kawasan wisata yang lebih tertib, efisien, dan modern.
Editor: Redaksi TVRINews
