TVRINews, Blitar
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Blitar Jawa Timur sukses mengembangkan camilan berbahan dasar pepaya, dan bahkan diterima di sejumlah negara.
Siapa yang tidak suka dengan pepaya? Pasti semua menyukai buah yang satu ini. Rasanya yang manis, menyehatkan dan sangat mudah di peroleh. Tapi, pernahkan anda makan pepaya tetapi dengan bentuk camilan atau makanan ringan? Penasaran kan?
Nah, di Kota Blitar , tepatnya di Kelurahan Gedok, Kecamatan Sananwetan Kabupaten Blitar ada pusat pengrajin keripik pepaya.
Adalah Ibu Samsiyah seorang ibu rumah tangga (IRT), sehari - hari dengan dibantu beberapa karyawannya mengipasi pepaya mentah yang akan dibuat menjadi keripik pepaya . Pepaya dikupas dan dibersihkan dari biji-bijinya selanjutnya di iris tipis dengan menggunakan pemotong tradisional.
Dengan sangat telaten irisan tipis-tipis selanjutnya dijemur diatas terik panas matahari hingga beberapa hari sampai mengering .
Selanjutnya irisan pepaya direbus, dicampur dengan bumbu-bumbu lengkap dan digoreng sampai berwarna kecoklatan.
Samsiyah , Pemilik usaha keripik pepaya mengatakan sedikit berbeda dengan keripik pisang. Keripik pepaya ini memerlukan ketelatenan dan prosesnya sedikit lama . Ibu tiga orang anak ini juga pernah merasakan kegagalan dalam usahanya namun tetap optimis.
"Berawal dari banyaknya tetangga saya yang memiliki pohon pepaya tapi tidak dimanfaatkan . Akhirnya saya mencoba untuk mengolahnya menjadi camilan," kata Samsiyah.
Usaha keripik pepaya ini bukan tanpa kendala , saya pernah gagal tapi itu bukan hambatan , tambahnya.
Usahanya tidak sia-sia. Samsiyah perlahan lahan berhasil mengembangkan keripik pepaya dan meraup untung hingga puluhan juta rupiah bahkan pemasaran hingga tembus mancanegara seperti Hongkong dan Singapura. Rasa yang gurih dan renyah , keripik pepaya Ibu Samsiyah juga dijual melalui online.
Selain keripik pepaya , saat ini ibu Samsiyah juga membuat camilan lain seperti keripik nangka dan keripik jahe. Dengan karyawan sebanyak 10 orang , setiap harinya Ibu Samsiyah dapat memproduksi ratusan bungkus camilan pepaya . Usahanya ini dapat menghidupi keluarga dan membantu peluang kerja kaum perempuan di sekitar Desa nya.










