TVRI News, Padang
Nelayan tradisional kota Padang Sumatera Barat mengeluhkan kabut asap yang menyelimuti kota Padang seminggu terakhir.
Akibat kabut asap tersebut aktifitas nelayan tradisional di kota Padang sangat terganggu hingga tidak bisa melaut.
Salah seorang nelayan Ali mengatakan kabut asap tersebut menutup pandangan perbukitan dan pulau-pulau kecil sebagai panduan titik nelayan tradisional untuk menandakan tempat alat tangkap ikannya.
Baca Juga: Udara Kategori Tidak Baik, Waspada ISPA
“Sejak kabut asap melanda kota Padang saya hanya bisa beraktifitas melaut lebih kurang 2 jam saja yang membuat pendapatan saya jauh berkurang dari sebelumnya,” ujar Ali kepada TVRI News, Jumat, 15 September 2023.
Selain kabut asap kondisi cuaca ekstrim seperti angin kencang memperparah kondisi yang membuat para nelayan tidak bisa melaut.
Sementara itu sembari menunggu kondisi kabut asap dan angin kencang hilang para nelayan di kota Padang hanya bisa memperbaiki jaring dan kapalnya yang rusak.
“Semoga kabut asap yang menyelimuti kota Padang cepat hilang, agar kembali bisa melaut dan perekonomian kami kembali bangkit,” harap Ali.








