TVRI News, Padang
Pantauan kualitas udara di kota Padang Sumatera Barat berdasarkan indikator pm 2,5 hari ini berada pada rentang 100 hingga 150.
Hal ini menunjukkan kualitas udara kota Padang berada pada kategori udara tidak sehat.
Salah seorang Dokter Spesialis Paru Di Kota Padang Rony Permana mengatakan kualitas udara saat ini berbahaya bagi kelompok rentan seperti balita akan mudah terserang batuk-pilek demam, lansia, orang dengan penyakit tertentu seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis penderita penyakit jantung dan saraf.
“Bagi kelompok rentan supaya mengurangi kegiatan diluar ruangan dan jika terpaksa harus berkegiatan di luar rumah maka wajib menggunakan masker untuk melindungi diri partikel polusi yang berpotensi masuk dan mengganggu saluran pernapasan,” Himbau Dr. Rony Permana Jumat, 15 September 2023.
Baca Juga: Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau
Jika kondisi ini berlarut dan partikel kabut asap semakin tebal maka dikhawatirkan jumlah kasus ispa akan meningkat di puskesmas dan munculnya penyakit asma dan PPOK yang baru, yang akan memicu serangan jantung bahkan jangka panjang dapat berpengaruh terhadap stunting.
“Masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat menambah polusi udara di kota Padang seperti membakar sampah dan membakar jerami di lahan pertanian,” harap Dr. Rony Permana.
Kondisi kabut asap di kota Padang telah terjadi sejak satu bulan terakhir sebelumnya kualitas udara telah berada di kategori baik namun karena curah hujan yang berkurang signifikan kualitas udara turun menjadi kategori tidak sehat.








