Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Prihatin dan khawatir terhadap kondisi bangunan sekolah yang rusak dan ambruk, puluhan siswa taman kanak-kanak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terpaksa belajar dan bermain di sebuah bangunan Pujasera yang belum jadi. Ironisnya kondisi ini sudah terjadi cukup lama sekitar 1,5 tahun dan belum mendapatkan perhatian dari pihak terkait.
Terlihat kondisi bangunan Sekolah Taman Kanak- Kanak Dharma Wanita Persatuan di Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo yang rusak. Tampak bagian depan bangunan sudah rata dengan tanah dan ruang kelas tak layak dijadikan tempat untuk proses belajar siswa.
Bangunan sekolah yang ambruk ini merupakan bangunan sekolah TK satu-satunya di desa tersebut dan sudah ada sejak tahun 1971. Karena tidak pernah tersentuh perbaikan atau renovasi bangunan tersebut ambruk dan kini sebagian ruang kelas rata dengan tanah.
Baca Juga: Program Revitalisasi Bahasa upaya Pelestarian Bahasa Daerah Mandar Agar Tidak Punah
Akibatnya ambruknya bangunan, puluhan siswa Taman Kanak-Kanak di pinggiran Kota Sidoarjo ini terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dan bermain di sebuah bangunan Pujasera yang jarak tempuh dari lokasi sekolah asal sekitar 1 kilometer.
“Sekolahnya retak atap dan temboknya. Saya khawatir anak-anak kejatuhan, awal selama 3 bulan saya taruh di rumah bu guru masing-masing tetapi saya kurang nyaman kalau di rumah bu guru masing-masing jadi saya minta pak lurah tempat untuk dikondisikan untuk anak kita. Ini sudah hampir 1,5 tahun disini tapi belum ada realisasi. Saya harap kepada yang berwenang untuk segera memperbaiki TK kami,” ungkap Siti Khoiriyah, Kepala Sekolah TK Dharma Wanita.
Sejumlah ruangan bangunan Pujasera milik Pemerintah Desa setempat terpaksa harus disulap menjadi ruang kelas seperti sekolah pada umumnya. Ironisnya meski kondisi ini sudah berlangsung sekitar 1,5 tahun, namun sekolah ini tak kunjung diperbaiki meski sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Sebelum di Pujasera ini, kegiatan belajar mengajar berpindah-pindah dari rumah ke rumah warga. Pemerintah Desa Watesari dan wali murid berharap segera ada perbaikan untuk sekolah yang ambruk tersebut mengingat sekolah TK merupakan satu-satunya di Desa Watesari.
Baca Juga: Bupati Sumba Barat, Ancam Tindak Tegas Kadisnakertran Tidak Disiplin Masalah Kehadiran
Editor: Redaktur TVRINews
