Penulis: Langkah Bahtiar
TVRINews, Blitar
Sebagai wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil tangkapan ikan, ratusan nelayan di Pantai Tambakrejo, Blitar Jawa Timur menggelar ritual petik laut. Berbagai macam sesaji seperti kepala kambing, ayam ingkung dan gunungan berisi hasil bumi didoakan selanjutnya dilarung ketengah lautan.
Ritual larung sesaji ini sebagai bentuk tolak balak untuk meredam ganasnya ombak laut selatan yang sering menelan korban jiwa. Ritual larung sesaji diawali dengan prosesi acara kenduri yang dipimpin oleh sesepuh desa setempat dan diikuti oleh para nelayan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Berbagai macam sesaji seperti kepala kambing dan gunungan tumpeng yang berisi hasil bumi didoakan.
Setelah diberi doa oleh sesepuh desa, tumpeng dan kepala kambing ini kemudian ditandu dan diarak warga menuju bibir pantai untuk kemudian dilarung ke tengah lautan. Warga sangat antusias menyaksikan acara ritual yang menjadi tradisi warga setempat.
Baca juga: Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa TK Terpaksa Belajar Dan Bermain Di Pujasera
Menurut nelayan, ritual larung sesaji ini bertujuan untuk melestarikan budaya adat Jawa dan juga untuk memperingati Bulan Suro atau Bulan Muharram. Selain itu, ritual larung sesaji juga sebagai wujud rasa syukur nelayan atas melimpahnya tangkapan ikan dan sebagai doa tolak balak agar nelayan terhindar dari segala bahaya. Selain larung sesaji untuk tahun ini pihak panitia juga menggelar lomba perahu hias.
“Tujuannya untuk sedekah, termasuk sedekah laut dan uri-uri budaya dan toh itu nanti biar pendapatan atau rejeki kita bisa meningkat. Yang intinya kita melakukan larung kepala kambing, hasil bumi,” ungkap salah seorang nelayan.
Diharapkan dengan ritual larung sesaji ini tangkapan ikan para nelayan bisa semakin meningkat dan tradisi ini juga sekaligus sebagai sarana untuk menarik para wisatawan luar daerah maupun mancanegara.
Editor: Redaktur TVRINews
