
Antisipasi Musim Kemarau, PMI siapkan 300 juta liter air bersih untuk masyarakat
Penulis: Agus Topo
TVRINews, Bengkulu
Berdasarkan informasi dari BMKG, beberapa bulan lalu terkait dampak El Nino yang melanda dunia terutama kawasan laut pasifik yang akhirnya juga berdampak pada Negara Indonesia, terutama kawasan Indonesia Timur dan Tengah. Sedangkan Sumatera terutama Provinsi Bengkulu juga mengalami dampak, namun bersifat kemarau basah (masih terjadi hujan meski sudah memasuki kemarau).
Hal itu dikarenakan model bentang alam dan bukit barisan masih bisa membentuk awan, terutama daerah kabupaten yang berkontur tinggi seperti, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, sebagian Mukomuko, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan serta Kaur, ada terdampak kekeringan.
Dari berbagai informasi lapangan ada beberapa masyarakat dari berbagai daerah kabupaten dan kota, terutama masyarakat yang menggunakan sumur untuk sumber airnya mengeluhkan bahwa sudah mulai susut drastis.
Baca Juga: Efek El-Nino, Debit Air Baku Berkurang Hingga 30 Persen
Dengan itu, PMI Provinsi Bengkulu sebagai salah satu lembaga yang bergerak dibidang kemanusiaan, berusaha menyikapi hal tersebut dengan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk responsive, bilamana masyarakat betul-betul sudah terdampak akibat kekeringan serta sebagai tindak lanjut dari arahan Ketua PMI Pusat Bapak H. M. Jusuf Kalla kepada semua Ketua PMI Se-Indonesia untuk segera melaksanakan tindakan kesiapsiagaan, mitigasi, pencegahan serta respon menyikapi dampak kekeringan dengan menggunakan tema “Operasi Kekeringan PMI, 300 juta liter Air bersih untuk masyarakat“.
Kepala PMI Provinsi Bengkulu Asnawi A Lamat menuturkan aktivitas kesiapsiagaan adalah dengan melakukan gelar alat dan armada PB PMI, melakukan apel Kesiapsiagaan PB, melaksanakan rakor PB dan lintas Bidang PMI se Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Pusat Bapak H. M. Jusuf Kalla dalam bentuk zoom meeting yang diikuti Ketua PMI Provinsi Se-Indonesia.
"Selain itu, kami melakukan pendataan (assessment) primer maupun sekunder dan membuka posko informasi kebutuhan pelayanan darurat kekeringan serta melakukan mitigasi bencana pada masyarakat melalui media sosial, dalam bentuk sosialisasi
tentang hemat air, sosialisasi tentang bahaya api, sosialisasi tentang perlunya asupan makanan yang mengandung air, mineral, protein dan vitamin bagi tubuh agar selalu sehat dan sosialisasi tentang dampak bahaya panas matahari pada tubuh terutama bagi lansia dan balita," ujar Asnawi A Lamat kepala PMI provinsi bengkulu.
“Kita juga melakukan tim sistem penanggulangan gawat darurat sehari-hari dan bencana sebanyak 25 orang yang terdiri dari pengurus, staf, KSR/TSR serta unsur masyarakat binaan PMI,” tambah Asnawi.
Untuk aktifitas pencegahan, pihaknya melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan PMI kota dan kabupaten, terkait langkah-langkah aktivitas layanan (sudah dilaksanakan). Kemudian melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan jejaring/lintas sektor Pemerintah, swasta dan masyarakat (sudah dan akan dilaksanakan termasuk menerjemahkan renkon (rencana kontinjensi) umum kekeringan dalam bentuk rencana operasi atau (RENOPS) ke rencana aksi PMI provinsi Bengkulu.
Lebih lanjut Asnawi menambahkan, dalam operasi kekeringan ini PMI menurunkan SDM (Sumber Daya Manusia) terdiri dari pengurus dan staf divisi PB, Relawan siaga/on call berjumlah 25 orang. Selanjutnya SDA (Sumber Daya Alat) terdiri dari Alat sedot air bersih 5 unit, toren air bersih 5 drum, kelengkapan atribut tim dan masker. Seterusnya, transportasi yaitu satu 1 double cabin ranger, 1 L300 operasional, 2 truk tangki air, 2 sepeda motor, 2 pick up grand max dan 2 ambulance.
“Kita juga menyediakan alat komunikasi (alkom) terdiri dari 4 unit alkom (HT) dan 4 unit HP. Dan terakhir melalui Jejaring yaitu TNI, polri, DAMKAR, PDAM, Dinkes, BPBD, DINSOS, SIBAT PMI, RT/RW/Kelurahan dan dunia usaha,” tutup Asnawi.
Baca Juga: Antisipasi Musim Kemarau, PMI Siapkan 300 Juta Liter Air Bersih Untuk Masyarakat
Editor: Redaktur TVRINews
