
Unsri Buka 9.154 Kuota Jalur Mandiri Mahasiswa Baru 2025?
Penulis: Bonny Pasandra
TVRINews, Sumatera Selatan
Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi menyiapkan total 9.154 kuota penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk tahun akademik 2025.
Kuota ini terbagi ke dalam tiga jalur seleksi, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri (SM).
Rektor Unsri, Taufik Marwa, menyampaikan bahwa proses penerimaan jalur SNBP telah selesai dengan hasil sebanyak 2.065 orang diterima, atau setara 20 persen dari total daya tampung.
“Yang melakukan registrasi ulang tercatat sebanyak 1.902 orang, dan proses ini berjalan dengan lancar,” ujar Taufik.
Untuk jalur SNBT, Unsri menyediakan kuota 4.140 orang, atau 40 persen dari total daya tampung. Jumlah ini lebih besar dari ketentuan minimal nasional yang hanya mensyaratkan 30 persen.
“Kuota SNBT kami tingkatkan menjadi 40 persen agar memberi kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa,” jelas Taufik.
Peserta yang lulus SNBT dapat mengunduh sertifikat UTBK mulai 3 Juni hingga 31 Juli 2025. Adapun tahapan registrasi online dibuka sejak 28 Mei hingga 3 Juni 2025, dilanjutkan dengan verifikasi dan penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 29 Mei-4 Juni 2025. Pembayaran UKT dijadwalkan pada 5-15 Juni 2025, dan proses registrasi mahasiswa berlangsung 11-15 Juni 2025.
Bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur SNBT, Unsri masih membuka peluang melalui jalur Seleksi Mandiri (SM) dengan kuota sebanyak 3.102 orang, atau 37 persen dari total daya tampung.
Wakil Rektor I Unsri sekaligus Ketua Panitia PMB, Rujito Agus Suwinyo, menjelaskan bahwa meski Unsri kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), pihaknya tetap membatasi kuota jalur mandiri.
“Secara aturan, PTN-BH boleh menerima hingga 50 persen dari jalur mandiri. Namun Unsri hanya mengambil 37 persen karena tetap mempertimbangkan prinsip keadilan dan keterjangkauan akses pendidikan,”kata Rujito.
Dalam skala nasional, jalur SNBT tahun ini diikuti oleh 145 perguruan tinggi negeri (PTN) dengan daya tampung nasional mencapai 84.380 kursi dan jumlah pendaftar sebanyak 60.976 peserta.
Persentase penerimaan peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara nasional tercatat 33,22 persen, sementara Unsri menerima 27,71 persen peserta KIP Kuliah dari total penerimaan.
Rujito juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT di Unsri, meskipun kampus telah berstatus PTN-BH.
“Kami tetap menjaga agar pendidikan tetap dapat diakses secara adil dan merata,” pungkasnya.
Baca Juga:
| Maraknya Judol di Kalangan Anak, Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter |
Editor: Redaksi TVRINews
