
Maraknya Judol di Kalangan Anak, Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter
Penulis: Frans Reza
TVRINews, Sumatera Selatan
Anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja kini semakin rentan menjadi sasaran praktik judi online (judol) yang kian marak di tengah masyarakat.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius karena tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda secara sosial dan psikologis.
Kepala SMP Negeri 10 Palembang, Sirajuddin, menyatakan pihaknya secara aktif mengingatkan siswa untuk menjauhi segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun digital.
?"Kami tekankan kepada siswa, bahwa berjudi tidak akan pernah membawa kemenangan. Kami lakukan pendekatan agama agar anak-anak memahami bahayanya,"kata Sirajuddin.
Sirajuddin menambahkan, pendekatan melalui pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan penguatan Pancasila harus terus ditanamkan sebagai benteng moral bagi siswa.
Keterlibatan anak dalam judi online menunjukkan lemahnya literasi digital serta kurangnya pengawasan di lingkungan rumah dan sekolah.
Selain itu, banyak anak-anak yang mengakses permainan ini secara diam-diam melalui ponsel, baik milik pribadi maupun keluarga.
Untuk itu, kolaborasi antara orang tua, guru, pemerintah, dan lembaga sosial dinilai sangat penting dalam mencegah semakin meluasnya pengaruh judi online di kalangan pelajar.
Pengawasan penggunaan gadget, edukasi bahaya judi digital, serta sosialisasi dari pihak terkait perlu diperkuat agar anak-anak tidak terjerumus dalam praktik ilegal ini.
“Judi online semakin masif dan canggih, menyasar anak-anak lewat game dan iklan terselubung. Jika tidak segera ditangani bersama, dampaknya akan sangat luas,” tambahnya.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan terus menggencarkan upaya pemblokiran situs judi online, serta melakukan kampanye edukatif yang menyasar sekolah-sekolah dan lingkungan keluarga.
Baca Juga: Kapal Sejahtera 20 Tenggelam di Pelabuhan Jeti PT Medco Energi
Editor: Redaksi TVRINews
