TVRINews – BOVEN DIGOEL, PAPUA
Aksi prajurit di pedalaman Papua ini menjadi bukti nyata pengabdian tanpa batas, mengubah seragam militer menjadi seragam pengajar, membuka jendela ilmu bagi anak-anak di Kampung Upkim.
Di tengah hutan Boven Digoel yang sunyi, di sebuah sekolah dasar sederhana, hadir pemandangan tak biasa: prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengganti senapan dengan alat tulis, mengubah baris-berbaris menjadi sesi belajar-mengajar. Mereka bukan sedang dalam operasi militer, melainkan dalam misi mencerdaskan anak-anak di Kampung Upkim.
Aksi yang berlangsung di SD YPPK Fransiskus Xaverius Dumuy Upkim ini adalah bagian dari program strategis TNI untuk menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, di mana para prajurit berperan sebagai tenaga pengajar dadakan. Mereka mengajarkan berbagai materi dasar, mulai dari literasi dan numerasi hingga menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan.
Kehadiran para prajurit ini disambut antusias oleh para siswa. "Anak-anak menjadi lebih antusias dan percaya diri. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut demi masa depan pendidikan anak-anak di Kampung Upkim," ungkap salah seorang guru, yang meminta namanya tidak disebutkan. Ia menuturkan bahwa para prajurit membawa semangat baru dan motivasi yang sangat dibutuhkan.
Interaksi positif antara prajurit dan siswa ini melampaui kegiatan akademik. Prajurit tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga figur inspiratif yang membangkitkan semangat belajar dan menumbuhkan mimpi besar pada diri anak-anak Papua.
Upaya ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan negara, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang nyata, membangun fondasi masa depan bangsa dari ruang kelas yang paling terpencil.
Baca juga: Kejati Bengkulu Tetapkan Nazirin Tersangka Gratifikasi dan Suap Perizinan Tambang










