TVRINews, Lampung
Jumlah jemaah haji asal Lampung yang wafat di Tanah Suci tahun ini mencapai 12 orang, angka yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang tercatat di bawah 10 orang. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Erwinto, dikutip Senin, 16 Juni 2025.
"Rata-rata yang meninggal memang kondisinya sudah uzur dan secara kesehatan memang kurang sehat, tapi masih masuk dalam persyaratan. Kita sudah berupaya bersama Dinas Kesehatan, mereka yang menentukan siapa yang layak berangkat. Ke depan, kriterianya akan lebih ditekan agar kasus seperti ini bisa diminimalisir," jelas Erwinto.
Dari total lebih dari 7.000 jemaah asal Lampung yang diberangkatkan, 12 orang dilaporkan meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji. Terakhir, satu jemaah bernama Sureni Dul Manan (82), warga Desa Donomulyo, Kecamatan Bumi Agung, Lampung Timur, wafat di Makkah. Almarhumah adalah jemaah kloter 24 JKG.
Erwinto menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait seleksi kesehatan calon jemaah. Meskipun seleksi keberangkatan tahun ini sudah lebih ketat, evaluasi tetap diperlukan demi menjamin keselamatan jemaah.
Baca Juga: Musim Libur Sekolah, Jasa Sol Sepatu dan Permak Tas di Kulonprogo Ramai Pelanggan
Sementara itu, kepulangan jemaah haji asal Lampung ke tanah air berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, tiga kloter dari Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Bandar Lampung sudah tiba di Asrama Haji Rajabasa dan telah kembali berkumpul bersama keluarga. Kloter 12 JKG asal Kota Bandar Lampung sempat mengalami penundaan kepulangan sekitar satu jam dari jadwal semula akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Bandara Raden Intan II.










