TVRINews, Samarinda
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memproyeksikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp363 miliar dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Anggaran cadangan tersebut akan difokuskan untuk mendukung kebutuhan operasional layanan publik, khususnya pada masa transisi awal tahun anggaran.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa proyeksi SILPA merupakan bagian dari strategi pengelolaan keuangan daerah yang rutin dilakukan setiap tahun. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama saat anggaran baru belum sepenuhnya terealisasi.
"SILPA akan diprioritaskan untuk mendukung operasional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), terutama pada sektor kesehatan," ujar Sri, Selasa, 5 Mei 2026.
Pasalnya, pada periode awal tahun seperti Januari hingga Februari, fasilitas kesehatan tetap membutuhkan dukungan pendanaan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Anggaran cadangan ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik, terutama sektor kesehatan yang harus tetap berjalan sejak awal tahun anggaran," ucapnya.
Selain sektor kesehatan, Pemprov Kaltim juga menargetkan agar kebutuhan belanja di sektor lainnya tetap terkendali sehingga tidak membebani alokasi anggaran cadangan secara berlebihan.
Melalui pengelolaan SILPA yang terencana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan optimal selama masa transisi anggaran.










