TVRI News, Bukittinggi
Beredar luasnya berita terkait beras sintetis di kota Bukittinggi Sumatera Barat beberapa hari lalu membuat resah di kalangan Masyarakat, yang berimbas kepada jual beli pedagang beras di pasar tradisional khususnya pasar bawah.
Salah seorang pedagang beras yang di duga menjual beras sintetis mengatakan dirinya merasa sangat di rugikan sebab, penjualan dan omzet kian menurun, akibat banyak pelanggannya yang memilih berbelanja ke tempat lain.
Namun dari hasil tes laboratorium yang di lakukan, beras yang duga sintetis ternyata negatif dan bukan merupakan beras sintetis,melainkan hanya beras biasa.
Baca Juga: Masyarakat Antusias Lintasi Jalan Penghubung Pessel-Solok
“Saya sangat di rugikan akibat viralnya kasus beras sintetis yang merupakan beras dari kedai saya, sehingga omzet penjualan menurun hingga 50 persen bahkan banyak pelanggannya yang beralih ke kedai lain” kata Yeni selaku pedagang yang merasa dirugikan, Senin 16 Oktober 2023.
Tidak hanya itu, saat di pasar dirinya juga sering di sindir oleh pedagang lain, membuat tekanan mental baginya, ia berharap agar oknum yang memviralkan isu tersebut bisa memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada Yeni.
“Saya berharap nantinya klarifikasi tersebut sampai ke masyarakat dengan baik sehingga bisa memperbaiki omset saya yang turun drastis sejak pemberitaan dugaan beras plastik ini muncul” ujar Yeni.










