TVRINews, Probolinggo
Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan produksi panen kubis di Kawasan Wisata Bromo mengalami penurunan. Dampaknya, harga kubis di tingkat petani melonjak tajam, hingga kisaran 12 ribu rupiah per kilogram.
Kawasan Wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo memang dikenal menjadi kawasan pertanian kubis. Ada yang berbeda dari panen kubis yang dilakukan petani tahun ini . Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan jumlah panen berkurang.
Jika pada musim lalu, jumlah kubis yang dihasilkan dalam ladang seluas dua hekar mencapai 20 ton, maka saat ini hanya sepuluh ton saja.
“ Dampaknya, harga kubis di tingkat petani saat ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Jika pada musim sebelumnya harga kubis hanya enam ribu rupiah per kilogram, saat ini mencapai angka 12 ribu rupiah per kilogram, ini disebabkan karena tahun ini panenan menurun “ tutur Jamal , Petani kubis .
Sementara itu Yudis yang juga petani di daerah Bromo menuturkan selama ini kubis dari Kawasan Wisata Gunung Bromo memiliki kualitas yang baik dibandingkan dari daerah lain. Hanya saja, kandungan air yang tinggi menyebabkan kubis dari Kawasan Wisata Gunung Bromo harus mendapatkan perawatan khusus pada saat dikirim ke luar daerah.
“ Kubis dari Gunung Bromo memang berbeda dengan daerah lain di Pulau Jawa, perlu perawatan khusus untuk dikirimkan ke daerah lain , agar sayur tetap segar saat sampai ke tujuan pengiriman “ Kata Yudis, Pedagang Kubis
Terlebih lagi saat cuaca yang kurang mendukung seperti saat ini, proses penanaman harus disertai pemupukan yang maksimal. Petani harus memperlakukan ekstra tanaman pertanian mereka agar dapat dipanen dengan hasil yang baik dan berkualitas, kubis tidak busuk.
Dalam beberapa hari terakhir, Kawasan Wisata Bromo dilanda cuaca buruk, mulai dari cuaca panas yang tiba-tiba turun hujan. Hingga munculnya embun es atau frozen, dan juga bau belerang yang terasa menyengat.
Para petani berharap agar cuaca kembali normal, dan mendapatkan hasil panen kubis yang melimpah.










