TVRINews, Bojonegoro
Dengan memanfaatkan lahan seluas 15 × 22 meter. Wiknyo Sumarko petani melon, warga Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro berhasil membudidaya buah melon premium dengan sistem green house. Dengan metode pemilihan bibit yang tepat akhirnya mampu menghasilkan buah melon yang manis dan berkualitas.
Metode penanaman di dalam green house ini berbeda dengan metode lahan terbuka yang lebih nintens pemeliharaannya dan sering terkena hama. Menurut Wiknyo pemeliharaan tanam dengan sistem green house tidak terlalu sulit, lebih mudah dan buahnya juga bagus.
"Dengan metode green house tanaman melon saya jarang terkena hama bahkan tidak ada sama sekali. Saya menanam sebanyak 1.200 bibit buah melon jenis Intanon dari Jepang dan sweetnet dari Thailand," kata Wiknyo Sumarko, Rabu, 15 November 2023.
Hasilnya tidak tanggung-tanggung, buah melon yang ditanam dengan media pollybag menghasilkan 1,8 ton buah dengan durasi panen empat bulan per musim tanam. Omzet sekali panen, Wiknyo mendapatkan tak kurang dari 12 juta rupiah dengan harga ditingkat petani 20 ribu per kilogram.
Salah satu pengunjung, Imam Nurcahyo yang penasaran dengan sistem budidaya buah melon sistem green house, memetik dan merasakan sensasi buah melon langsung dari kebun green house. Rasa buah yang manis dan kualitas bagus serta segar berbeda dengan melon yang ditanam pada lahan terbuka.
Winkyo tidak berhenti sampai disini, ia akan mengembangkan usaha buah melon premium dengan sistem green house ke sejumlah daerah strategis lainnya di Bojonegoro, mengingat respon pasar dan konsumen semakin tinggi.










