TVRINews, Sumba Barat Daya
Dalam upaya mempererat tali persaudaraan dan semangat kebersamaan, Fransiskus Marthin Adi Lalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, mengatakan tentang pentingnya pacuan kuda sebagai alat pemersatu masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya. Menurutnya, pacuan kuda bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan warga dalam semangat kompetisi yang sehat.
Adi Lalo menyebutkan bahwa pacuan kuda perlu menjadi agenda rutin tahunan. Dia melihat acara ini sebagai momen yang memungkinkan masyarakat Sumba Barat Daya berkumpul dan merayakan tradisi serta kecintaan terhadap olahraga pacuan kuda. Lebih lanjut, dia mengapresiasi upaya Kapolres Sumba Barat Daya yang mengadakan pacuan kuda, dan menurutnya hal tersebut memotivasi pemerintah daerah untuk melaksanakan acara serupa di masa mendatang.
Sebagai Ketua Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Pacuan Kuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Sumba Barat Daya, Adi Lalo juga menunjukkan apresiasi yang mendalam terhadap dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya. Pemda secara resmi telah mengeluarkan surat izin penggunaan fasilitas sebagai tempat pelaksanaan lomba pacuan kuda yang diadakan oleh Polres Sumba Barat Daya. Langkah ini dianggap sebagai bentuk dukungan konkret dalam mendorong pengembangan olahraga pacuan kuda dan juga sebagai wujud sinergi antara lembaga pemerintah dan kepolisian.
Baca Juga: Akibat Kebakaran Lahan Tol Palindra Diselimuti Asap Tebal
Tak hanya itu, sebagai Ketua PORDASI Sumba Barat Daya, Adi Lalo juga telah mengeluarkan surat izin pelaksanaan lomba pacuan kuda. Langkah ini mencerminkan komitmen dan kerja keras dari pihaknya dalam mendukung dan mengawal setiap kegiatan yang berkaitan dengan olahraga pacuan kuda.
"Lomba pacuan kuda yang dilaksanakan oleh Polres Sumba Barat Daya, telah mendapatkan surat ijin penggunaan fasilitas dari Bupati Sumba Barat Daya. Setelah surat ijin dikeluarkan oleh Bupati maka wajib hukumnya Pordasi SBD memberikan surat dukungan sebagai organisasi yang membawahi seluruh jenis olahraga apapun di kabupaten Sumba Barat Daya" jelas Sekda Sumba Barat Daya, Fransiskus Marthin Adi Kalo kepada TVRINews.
Pacuan kuda di Sumba Barat Daya tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga dan melestarikan budaya serta keragaman masyarakat. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan pacuan kuda akan terus menjadi peristiwa yang ditunggu-tunggu dan menginspirasi masyarakat di Sumba Barat Daya untuk tetap menjaga semangat olahraga dan persatuan.










