TVRINews, Jombang
Masjid Jami' Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang dulunya merupakan masjid terbesar dan tertua di Kota Santri pada tahun 1910 silam ini merupakan saksi sejarah berdirinya Nahdatul Ulama (NU) dan Kemerdekaan RI.
Masjid berkubah khas Majapahit dengan menara tunggal terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang Kota tersebut didirikan oleh Kyai Haji Abdul Wahab Chasbulloh dengan luas 800 meter persegi serta Arsitekturnya menyerupai masjid Demak.
Pengasuh Ponpes Tambakberas Jombang Gus Hasib Wahab Chasbulloh yang juga masih kerabat pendiri masjid menuturkan dahulu masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para kyai sepuh .
" Masjid ini dahulu tempat berkumpulnya para Kyai-kyai sepuh tokoh agama Jombang seperti Kyai Wahab Chasbulloh, Kyai Hasyim Asyari, Kyai Bisri Sansuri, Kyai Ridwan, Kyai As'ad menjelang berdirinya Ormas Islam Terbesar Nahdatul Ulama tahun 1926 di Jakarta," Kata Gus Hasib Wahab.
Sebagai saksi bisu perjuangan kemerdekaan RI , Manis Tambakberas juga menjadi tempat persembunyian para pejuang dan pasukan Hizbullah saat penjajah Jepang 1942 hingga agresi militer kedua Belanda tahun 1949, tambah Gus Hasib Wahab
Masjid Tambakberas ini 70 persen bangunannya masih asli. Dibagian pintu masuk disisi timur terdapat menara adzan setinggi 15 meter terbuat dari batu bata tanpa semen.
Gus Hasib Wahab juga menceritakan Ikhwal ruang utama masjid terdapat empat pilar kayu jati setinggi sepuluh meter tanpa sambungan.
" Tiang ini adalah pemberian Kanjeng sepuh Bupati pertama Jombang yakni Suro Adiningrat berdiameter 40 x 40 sentimeter . Lantai ubin asli sejak dbangun tetap dipertahankan ," tuturnya
Masjid Tambakberas yang juga memiliki Pondok Pesantren ini pada bagian imam telah dirombak sembilan tahun lalu namun mimbar khotbah masih asli dari bahan kayu jati berukir dan teralis besi jendela juga masih asli .
Di Bulan Ramadan masjid Tambakberas menjadi tempat ibadah yang ramai dikunjungi umat Islam selain untuk melaksanakan sholat juga wisata religi.










