TVRINews, Yogyakarta
Perkembangan pesat industri pariwisata dan hiburan di Yogyakarta membuka peluang besar bagi profesi Disk Jockey (DJ). Meski kebutuhan akan DJ semakin tinggi, jumlah profesional yang tersedia saat ini masih belum mencukupi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah sekolah DJ di Yogyakarta mulai bermunculan, menawarkan pelatihan bagi generasi baru DJ. "Saya memiliki tujuan menjadikan tempat ini sebagai wadah bagi pekerja seni, salah satunya DJ," ujar Ade Ornel, pengelola salah satu sekolah DJ di Yogyakarta.
Sekolah-sekolah ini memberikan pelatihan dari tingkat dasar hingga lanjutan, mengajarkan teknik mixing terbaru, pengenalan genre musik, dan adaptasi sesuai kebutuhan pertunjukan. Fasilitasnya dirancang menyerupai alat-alat yang digunakan DJ profesional.
Tak hanya teori, para siswa juga mengikuti praktik langsung melalui program job training di berbagai tempat hiburan, memungkinkan mereka merasakan atmosfer pertunjukan sesungguhnya.
Profesi DJ tak hanya menjanjikan dari segi popularitas, tetapi juga finansial. Dalam beberapa jam memainkan musik, seorang DJ bisa menghasilkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Menurut pengamatan, mayoritas peserta sekolah DJ berasal dari generasi Z. Hal ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata Yogyakarta, mengingat partisipasi anak muda yang kian aktif dalam dunia hiburan.
Dengan peluang yang besar dan dukungan pelatihan berkualitas, profesi DJ kian menarik untuk digeluti, terutama di kota yang terus menggeliat sebagai destinasi wisata utama seperti Yogyakarta.










