TVRINews, Depok
Depok merupakan kota yang memiliki lapisan sejarah yang bisa ditarik hingga ratusan tahun ke belakang.
Berawal dari mantan petinggi VOC bernama Cornelis Chastelein membeli ribuan hektar lahan di selatan Batavia pada 1696, Chastelein kemudian membeli 150 pekerja pribumi untuk mengolah pertanian dan bermukim di lahan tersebut.
Berbeda dengan orang Eropa lainnya yang melakukan perbudakan, Chastelein justru memberi pengajaran dan penghidupan yang layak bagi para pekerjanya.
Sepeninggal Chastelein, ratusan pekerja tersebut kemudian dimerdekakan dan diberikan warisan untuk mengolah lahan tersebut. Mereka pun berhimpun menjadi 12 marga yang terus merawat nilai dan warisan yang diajarkan Cornelis Chastelein secara turun temurun hingga sekarang.
Keturunan 12 marga inilah yang kemudian dikenal sebagai komunitas Kaum Depok. Meski memiliki sejarah yang signifikan, sayangnya tidak banyak orang yang mengetahui asal-muasal Depok tersebut.
Mengingat pentingnya pengenalan sejarah terhadap masyarakat urban, Tim Pengabdian Masyarakat dari Klaster Sejarah, Teori, dan Pusaka Arsitektur FTUI menggagas program pembuatan konten video edukasi terkait sejarah Depok dari dulu hingga sekarang. Pembuatan video ini merupakan bagian dari program pendanaaan Direktorat Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (DPPM) Universitas Indonesia tahun 2023.
Bertempat di Kantor Sekretariat Yayasan Cornelis Chastelein (YLCC) di Jalan Pemuda, Depok Lama, pada Senin, 18 Desember 2023, Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Arsitektur FTUI melaksanakan kegiatan screening film dan serah terima video edukasi kepada Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).
Acara tersebut dihadiri oleh 30 orang, antara lain Ketua Departemen Arsitektur FTUI Achmad Hery Fuad, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Arsitektur UI Kemas Ridwan Kurniawan, Sekretaris YLCC Benny Sahetapy, Bendahara YLCC Yetty Loen, dan para tokoh perwakilan dari beberapa marga Kaum Depok.
Berbeda dengan video dokumenter pada umumnya, video ini dibuat dengan beragam animasi dengan konten ringan dan lebih kini.
Menurut Kemas Ridwan Kurniawan selaku ketua tim, diharapkan video ini dapat menarik generasi muda yang berkunjung di Kawasan Bersejarah Depok Lama untuk mempelajari sejarah kota dalam cara yang menarik dan tidak membosankan.










