TVRINews, Yogyakarta
Berbagai kerajinan unik dan bernilai tinggi dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif warga Kapanewon Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu ciri khas dari kerajinan mereka adalah penggunaan serat alam sebagai bahan utama pembuatan produk.
Kerajinan berbahan serat alam ini dianggap ramah lingkungan dan memiliki daya tarik tersendiri, terutama di pasar internasional. Hal ini menjadikan produk tersebut diminati oleh konsumen mancanegara, sehingga meningkatkan ekspor. Bahan-bahan serat alam yang digunakan meliputi mendong, pandan laut (seagrass), eceng gondok, rami, pelepah pisang, hingga batang pisang (gedebok). Sebelum diolah, serat-serat ini dikeringkan terlebih dahulu agar siap menjadi bahan baku kerajinan.
Pada pameran pembangunan Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu, terlihat berbagai produk kreatif hasil warga Kalasan, mulai dari nampan, keranjang, kursi, bingkai cermin, hingga ornamen hiasan dinding.
Proses pembuatan kerajinan dari serat alam memerlukan ketekunan, mulai dari seleksi bahan, pengeringan, hingga pewarnaan sesua iprosedur yang sudah diterapkan. Meski prosesnya tidak mudah, hasilnya sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. Produk kerajinan dari serat alam ini sering digunakan untuk interior rumah, hiasan foto, keranjang, atau nampan, dan memiliki harga yang relatif bersaing dan dapat diterima pasar global.
“Karena terbuat dari bahan alami, produk ini banyak diminati, terutama wisatawan mancanegara. Produk kami sudah diekspor ke Asia, Amerika, Dubai, Eropa, hingga Karibia,” ujar Tenny Wasisti, Pengurus Forkom UMKM Kapanewon Kalasan, kepada tvrinews.com, Selasa, 19 November 2024.
Hasil kerajinan ramah lingkungan ini dinilai memiliki kualitas yang tinggi, sehingga diharapkan dapat terus bersaing di pasar ekspor.










