Penulis: Jusarman
TVRINews, Bengkulu
Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu bekerja sama dengan pihak terkait bentuk Tim Satuan Tugas atau Satgas Penanganan kebakaran hutan dan dampak El Nino di Provinsi Bengkulu.
Guna mengantisipasi dan mengatasi kebakaran hutan dan dampak El Nino di Provinsi Bengkulu, Kepolisian Daerah Bengkulu beserta TNI, BPBD, BMKG, Basarnas dan Pemerintah Daerah sepakat membentuk Tim Satuan Tugas atau Satgas Penanganan karhutla dan dampak El Nino di Provinsi Bengkulu.
Rapat Pembentukan Tim Satgas tersebut dipimpin langsung Waka Polda Bengkulu Brigjen Pol. Agus Salim dan sejumlah Pejabat Utama Polda Bengkulu serta unsur TNI, BMKG, BPBD dan Basarnas.
Waka Polda Bengkulu Brigjen Pol. Agus Salim mengatakan, pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memfokuskan penangan jika terjadi karhutla dan dampak El Nino di Provinsi Bengkulu mengingat berdasarkan data laporan BMKG titik panas ada ditemukan di Provinsi Bengkulu meski titik panas dan titik api disebabkan akibat pembakaran pembukaan lahan oleh warga setempat.
Baca juga: Orang Tua Akhirnya Temukan Kevin Gobang di Kabupaten Ngada
"Kita perlu siap siaga, meski di Bengkulu belum ada laporan kebakaran hutan seperti daerah lain,tetapi kita tetap waspada, mengingat saat ini curah hujan di Bengkulu mengalami penurunan, dan di Bengkulu juga banyak area perkebunan kelapa sawit yang rawan terjadi kebakaran." Kata Brigjen Agus Salim.
Sementara Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu Tri Widiarto menjelaskan, ada sejumlah titik panas di Bengkulu terpantau oleh Satelit, namun titik panas itu disebabkan oleh pembakaran sampah oleh warga dan pemanasan di pabrik yang ada di Bengkulu. Dan terkait dampak El Nino, Provinsi Bengkulu masuk dalam wilayah hujan sepanjang tahun sebab berada di garis equator, meskipun saat ini tingkat curah hujan berkurang.
"Untuk kekeringan di Bengkulu masih di bawah normal sebab masih terjadi hujan di beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu." Kata Tri Widiarto.
Dari data Biro Operasi Polda Bengkulu, ditahun 2021 hingga 2023 ini, terdata 18 kasus kebakaran lahan, dan terdapat satu orang ditetapkan sebagai tersangka akibat pembakaran lahan pembukaan kebun namun api merembet ke salah satu perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Editor: Rina Hapsari
