Penulis: Heri Setiawan
TVRINews, Tuban
Bulan Suci Ramadan menjadi saat mendapatkan berkah dari hasil pembuatan Dumbek.
Dumbek merupakan jajanan tradisional khas Tuban mirip terompet kecil yang terbuat dari gulungan daun Siwalan.
Untuk anda yang bosan dengan kue-kue modern, maka tidak ada salahnya jika mencicipi jajanan tradisional ini.
Dumbek terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan bahan lain seperti gula merah dan santan.
Cara membuat mudah sekali, saat TVRINews.com menyambangi rumah produksi milik Iva di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban terlihat Iva yang tengah dibantu kedua orang tuanya sedang mengolah Dumbek.
Terlihat, Iva dan ke dua orang tuanya tengah membentuk daun siwalan seperti terompet kemudian disusun di sebuah panci besar hingga penuh.
Nantinya, daun siwalan yang sudah dibentuk seperti terompet tersebut akan diisi dengan adonan tepung beras yang sudah dicampur dengan gula merah.
Dengan tungku api yang sedang, Dumbek dikukus hingga matang.
Iva menyebutkan pesanan Dumbek di bulan Ramadan ini meningkat hingga 1000 biji .
"Pesanan Dumbek sudah mulai banyak untuk suguhan lebaran dan oleh-oleh untuk mudik lebaran mas, harga Dumbek mulai dari 1000 hingga 5000 tergantung macam rasa ," ungkap Iva , Jumat 29 Maret 2024
Menurut Iva, Dumbek juga kerap dibuat untuk menu takjil yang harus ada di meja makan sebagai menu pembuka buka puasa karena rasanya yang manis.
"Dumbek sering untuk digunakan menu berbuka puasa , karena rasanya yang manis. Ini saya pesan dan langsung datang ke tempat produksi Dumbek u tuk oleh-oleh pulang ke Ponorogo,”
kata Jumali, pemesan Dumbek
Tidak hanya digemari oleh warga lokal, jajanan tradisional Dumbek khas Tuban ini juga sering dikirim hingga keluar daerah .
Dumbek dengan rasa yang gurih dan manis tanpa bahan pengawet mampu bertahan sampai tiga hari.
Namun jika disimpan dalam lemari pendingin , jajanan basah ini mampu bertahan hingga satu Minggu. Bagaimana ? Anda tertarik mencicipi Dumbek khas Tuban?
Editor: Redaktur TVRINews
