TVRINews, Lamongan
Mendadak suasana Kegaitan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 4 Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan terganggu. Pasalnya seorang siswa kelas regular inisial DMI (10) mengalami insiden jari tangannya terjepit dan tidak bisa keluar dari lubang kursi kelas.
Beruntung, kesigapan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Korwil Ngimbang berhasil menyelamatkan siswa tersebut tanpa mengalami cedera serius.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lamongan, Achmad Edwyn Anedi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak Damkar menerima laporan darurat dari salah satu guru sekolah sekitar pukul 07.30 WIB.
"Benar, personel di Korwil Ngimbang langsung bergerak cepat begitu menerima telepon dari pihak sekolah. Hanya butuh waktu tujuh menit bagi petugas untuk tiba di lokasi dan langsung melakukan tindakan penyelamatan," ujar Achmad Edwyn Anedi Selasa 2 Juni 2026 siang.
Edwyn menambahkan, kronologi kejadian bermula saat korban sedang mengikuti proses belajar mengajar. Di sela-sela KBM, korban bercanda dan bermain bersama temannya. Tanpa disengaja, ia memasukkan jarinya ke dalam lubang kursi kelas. Apes, saat hendak ditarik kembali, jari bocah berusia 10 tahun tersebut justru tersangkut dan tidak bisa lepas. Karena panik, pihak guru langsung berinisiatif menghubungi Damkar Korwil Ngimbang.
Dalam proses evakuasi, petugas memilih menggunakan metode yang aman dan minim trauma bagi anak-anak. "Petugas di lapangan menggunakan cairan minyak goreng untuk melumasi jari siswa yang terjepit. Ini langkah taktis agar jari bisa keluar tanpa menyebabkan luka atau lecet pada kulit anak," jelas Edwyn.
Proses evakuasi berlangsung dramatis namun penuh kehati-hatian. Setelah sekitar 25 menit melakukan penanganan yang cermat, tepat pada pukul 08.05 WIB, jari siswa tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dengan aman dari lubang kursi.
"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar, aman, dan terkendali. Kami mengapresiasi pihak petugas Damkar Korwil Ngimbang yang responsif. Serta sekolah yang langsung tanggap melaporkan kejadian ini ke pos pemadam kebakaran terdekat, sehingga anak tersebut segera mendapatkan pertolongan," pungkas Edwyn.










