Penulis: Kornelia Septin Rahayu
TVRINews, Mentawai
Dua unit breakwater groin I yang dibangun melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai beberapa tahun lalu rusak dihempas gelombang air laut, bagian depan groin I tampak patah dan sebagian material terbawa arus laut.
Kabid PSDA Dinas PUPR Mentawai Jonsa mengatakan Jika tidak segera ditangani kerusakan breakwater dicemaskan semakin parah hingga ke seawall dan merusak bangunan lainnya di Sekitar Homestay Mapaddegat.
Guna mencegah parahnya abrasi pantai di lokasi Homestay Mapaddegat semakin meluas, breakwater yang rusak diharapkan dapat ditangani oleh pihak terkait secepatnya.
Kepala Bidang PSDA Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai Jonsa mengatakan meningkatnya abrasi pantai selain karena faktor alam seperti perubahan iklim, badai, pasang surut air laut, arus laut, juga disebabkan oleh ulah manusia yang mengeruk pasir di sekitar bibir pantai, bahkan akibat abrasi saat pasang naik air laut menggenangi kawasan permukiman di pesisir pantai.
Baca juga: Puluhan Nelayan Sasak Sumbar Dapat Bantuan
“Sementara itu untuk penanganan groin yang rusak di Mapaddegat perbaikannya seharusnya ditindaklanjuti oleh Disparpora Mentawai yang melakukan pembangunan awal,” jelas Jonsa, Rabu, 30 Agustus 2023.
Selanjutnya untuk penanganan abrasi tahun ini yang semakin masif dan meluas serta tersebar hampir di seluruh bibir pantai Kepulauan Mentawai belum dapat ditindaklanjuti karena dana alokasi umum bebas terbatas
Harapannya ke depan penanganan abrasi pantai dapat diatasi melalui dana alokasi khusus dan kesadaran masyarakat semakin meningkat terkait dampak pengerukan pasir terhadap lingkungan dan melakukan penghijauan di bibir pantai.
Editor: Rina Hapsari
