TVRINews, Lampung
Sebuah perahu kecil di Lampung Selatan membawa manfaat besar bagi anak-anak di pulau-pulau terpencil. Namanya Perahu Pustaka, sebuah inisiatif dari para relawan literasi yang mengarungi lautan demi mengantarkan buku bacaan dan donasi bagi anak-anak di wilayah pesisir.
Dengan semangat yang tinggi, para relawan menaiki perahu yang memuat ratusan buku dan Al-Qur’an. Mereka menembus ombak selama sekitar 20 menit untuk sampai ke Pulau Rimau Balak, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Di tepi dermaga, anak-anak sudah menunggu kedatangan perahu pustaka dengan antusias.
Setibanya di lokasi, buku-buku langsung dibagikan. Anak-anak pun segera mencari tempat ternyaman untuk membaca. Ada yang duduk di atas perahu, di batang pohon, hingga di akar bakau. Momen itu menunjukkan betapa besarnya kerinduan mereka akan bacaan dan ilmu pengetahuan.
Tak hanya membagikan buku, para relawan juga menyerahkan 200 buku bacaan dan 100 Al-Qur’an kepada SDN Pulau Rimau Balak. Dalam sesi kuis yang digelar, anak-anak menunjukkan wawasan mereka tentang dunia laut. Namun, tak satu pun dari mereka yang mengetahui nama Bupati Lampung Selatan atau Gubernur Lampung saat ini.
Fakta ini membuka mata semua pihak bahwa anak-anak di pulau bukan tidak cerdas, tetapi akses mereka terhadap informasi sangat terbatas.
“Kami mendistribusikan buku bacaan untuk perpustakaan SD di Rimau Balak sebanyak 200 buku, dan itu langsung kami serahkan secara cuma-cuma, tidak dibawa kembali,” ujar Radmiadi, relawan Perahu Pustaka.
“Alhamdulillah responnya sangat baik, karena dengan adanya sarana ini memberikan kemudahan bagi mereka untuk belajar,’’ ucap relawan lainnya, Rendi Eko Supriyanto.
Perahu Pustaka bukanlah program seremonial semata. Ia akan terus berlayar, menyusuri pulau-pulau lainnya, membawa harapan, pengetahuan, dan semangat mencerdaskan generasi bangsa di wilayah terpencil.
Baca Juga: Peselencar Indonesia Masuk 32 Besar Wsl Krui Pro 2025










