TVRINews, Kendari
Puluhan hektare sawah di kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari, dipastikan mengalami gagal panen setelah terendam banjir selama beberapa hari terakhir. Dinas Pertanian Kota Kendari mencatat sedikitnya 73 hektare lahan pertanian rusak dan tidak dapat dipanen akibat banjir yang terjadi sejak 9 Mei 2026. Adapun total sawah terdampak mencapai 151 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menjelaskan sebagian lahan petani masih memiliki peluang untuk dipanen jika kondisi air segera surut. Saat ini sekitar 78 hektare sawah masih terendam, namun bulir padi dinilai masih memungkinkan untuk dipanen.
Menurut Imran, terdapat delapan kelompok tani yang terdampak banjir, di antaranya Poktan Cinta Baru, Gersamata, Pola Polanggua, Watumeai, hingga Mandiri Pangan.
“Total luas persawahan di kawasan Amohalo mencapai 320 hektare dan sekitar 247 hektare masih dapat dipanen,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah menyalurkan bantuan benih padi dan pupuk bagi petani terdampak. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Andi Sumangerukka bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Bantuan yang diberikan meliputi benih padi, pupuk urea, dan pupuk NPK.
Dinas Pertanian Kota Kendari menyebut bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia mencapai 235 ton untuk musim tanam kedua tahun 2026. Sementara bantuan pupuk dari APBD Kota Kendari bernilai sekitar Rp50 juta.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabanjir sekaligus menjaga ketahanan produksi pangan di Kota Kendari.










