TVRINews, Manggarai Timur
Calon Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Partai Perindo Dapil V Kota Kota dan Kota Komba Utara, Florensia Parera membantah tudingan yang menyebutkan dirinya sudah membagikan uang kepada warga kampung Mera, Desa Golo Tolang.
Menurut Florensia, video, foto uang dan tulisan kertas yang sudah menyebar di berbagai platform media sosial merupakan hasil skenario dari oknum tertentu untuk menjatuhkan dirinya.
“Saya meluruskan yah, dari sejumlah dokumentasi berupa video, foto uang, tulisan kertas dan stiker yang disebar itu saya tidak tau asal usulnya. Saya tegaskan lagi dokumentasi itu saya tidak tau,” tegas Florensia, Selasa, 30 Januari 2024.
Dugaan Florensia dipicu atas pengakuan Fransiskus Pongge warga Desa Golo Tolang melalui video yang beredar mengaku didatangi salah seorang tim sukses dari Florensia Parera, calon DPRD Manggarai Timur dan menawari keluarganya uang. Tim sukses berinisial Y datang pada malam hari membujuk dia dan istrinya untuk memilih Florensia, dengan iming-iming uang sebesar Rp100 ribu untuk satu suara.
“Kami suami istri hitungan dua orang berarti Rp200 ribu. Nama kami dicatat untuk dibawa ke Pak Jhon Bas untuk terima uang,” katanya.
Namun, dalam video itu, Fransiskus mengaku menolak tawaran tersebut dengan alasan suaranya tidak bisa dibeli.
“Saya tidak mau. Sudah dari dulu saya tidak terbiasa menerima uang,” ucapnya.
Selain video, beredar juga sejumlah foto yang memperlihatkan uang Rp100 ribu dan kertas berisi daftar nama tim sukses yang diduga ditugaskan Florensia membagikan uang.
Merespon haI tersebut, Florensia yang merupakan caleg Petahana menepis tudingan bahwa tim sukses mendatangi rumah Fransiskus untuk membeli suara.
Dia menjelaskan, tim sukses berinisial Y itu, ditugaskan untuk mencari saksi yang akan ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan pemilu 14 Februari.
Sehingga uang Rp200 ribu yang disebutkan dalam video itu bukan untuk membeli suara, tetapi honor untuk saksi.
“Padahal faktanya adalah tim sukses kami mendatangi rumah Fransiskus Pongge pada malam itu untuk meminta kesediaannya menjadi saksi di TPS Mera. Tetapi Fransiskus menolak untuk menjadi saksi dari Partai Perindo,” ujarnya.
“Sehingga saya tegaskan bahwa, tidak benar kalau tim sukses saya bagi-bagi uang untuk membeli suara seperti dalam video tersebut,” jelasnya.
Florensia juga menepis tuduhan terkait dokumen yang memperlihatkan tulisan sejumlah nama timses yang seolah-olah ditugaskan untuk membagikan uang kepada warga Mera. Ia mengaku tidak mengetahui asal usul foto uang, dan tulisan nama timses yang sudah disebarluaskan di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Patroli Dialogis Ditlantas Polda Riau Dalam Rangka Colling System










