
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Lembata
Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata mengalami dua kali erupsi dalam sehari pada Senin, 6 April 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi longsoran lava dan awan panas di sejumlah sektor rawan.
Meski berstatus Level II (Waspada), aktivitas gunung terpantau meningkat. Masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Berdasarkan laporan PVMBG, erupsi pertama terjadi pada pukul 16.53 WITA. Tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau 1.623 meter di atas permukaan laut.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 19.36 WITA dengan tinggi kolom abu yang sama. Kolom abu pada erupsi pertama berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan mengarah ke barat laut.
Aktivitas erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5,6 mm hingga 38,9 mm. Durasi erupsi masing-masing tercatat selama 35 detik dan 40 detik.
PVMBG mengingatkan potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas dapat terjadi di sektor selatan dan tenggara, barat, serta timur laut.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Langkah ini penting guna menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA dan masalah kesehatan lain. Selain itu, warga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik.
Editor: Redaksi TVRINews
