TVRINews, Bantul
Seorang nelayan Pantai Baru, Poncosari, Bantul, Vicky (35), menceritakan keseharian hingga berbagai tantangan yang dihadapi nelayan pesisir selatan. Sudah 3–4 tahun ia melaut, berangkat sejak pagi hingga sekitar pukul 10.00–11.00 WIB.

Pendapatan Vicky tidak menentu. Dari hasil tangkapan ikan, ia biasanya memperoleh pendapatan kotor antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sedangkan penghasilan bersih yang dibawa pulang rata-rata hanya Rp100–300 ribu per hari.
“Ikan itu musiman, tergantung cuaca juga. Kalau gelombang besar, ya libur. Keselamatan nomor satu,”ujar Vicky dalam keterangan yang diterima tvrinews di Poncosari, Bantul, DIY, Kamis, 4 Desember 2025.
Menurut Vicky, hambatan terbesar nelayan adalah gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan. Selain itu, kondisi alat tangkap yang tidak memadai memperbesar risiko di laut.
“Mesin itu kendala utama. Kalau ombak besar, mesin nggak mumpuni, banyak libur,” ucapnya.
Kecelakaan kecil kerap terjadi, umumnya terkait mesin atau perahu yang rusak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada kejadian fatal yang menimpa nelayan setempat.
“Alhamdulillah orangnya aman, cuma alatnya saja yang kadang rusak,” ungkapnya.
Untuk keselamatan, nelayan mengandalkan pelampung dan alat lempar penyelamat. Bantuan peralatan keselamatan dari pemerintah dinilai masih jarang. Sementara perlindungan melalui BPJS cukup membantu ketika terjadi insiden.
“Kalau BPJS masih aktif, proses klaimnya mudah,” jelasnya.
Potensi Wisata yang Jadi Penopang Ekonomi
Selain melaut, banyak nelayan di Pantai Baru turut terlibat dalam pengelolaan wisata. Mereka membuka warung, mengelola parkir, atau berpartisipasi dalam aktivitas wisata lainnya.

“Ada yang jaga parkir, ada yang buka warung, ada yang urus ATV. Semua ikut berpartisipasi,” kata Vicky.
Pantai Baru ramai pengunjung terutama akhir pekan. Dari Senin hingga Jumat, aktivitas wisata lebih lengang namun tetap ada kunjungan.
“Wisatawan nggak keganggu sama aktivitas nelayan. Aman-aman saja,”ucapnya.
Terkait keamanan wisata, ia menyebut kejadian besar terakhir terjadi sekitar tiga tahun lalu.
“Sekarang alhamdulillah aman. Tim keamanan juga selalu jaga,”lanjutnya.
Vicky sangat mendukung keberadaan program nelayan dan bantuan dari pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan.
“Mau saya itu ya bantuan alat tangkap sama mesin. Syukur-syukur bisa dibantu perahu, soalnya banyak yang tua. Biar nggak riskan kalau melaut,”harapnya.
Ia berharap nelayan pesisir selatan bisa mendapatkan perhatian lebih, terutama terkait ketersediaan alat tangkap yang lengkap.
“Kadang ikan ada musimnya, tapi kalau alatnya nggak punya, kita nggak bisa nyari. Jadi penghasilan hilang,”tambahnya.
Menurutnya, dukungan organisasi nelayan selama ini lebih bersifat sosial ketika ada kecelakaan, bukan untuk pengadaan alat.
“Kalau ada yang kecelakaan, pengurus datang bantu. Tapi untuk alat tangkap, itu masih pribadi semua,” jelasnya.
“Kami Hanya Ingin Bisa Melaut dengan Aman dan Layak”
Vicky menutup dengan harapan sederhana mewakili para nelayan Pantai Baru: “Mudah-mudahan bisa diperhatikan lagi. Peralatan melaut itu yang paling penting. Kalau lengkap, penghasilan kami juga bisa lebih baik.”










