TVRINews, Nganjuk
Jembatan penghubung Kecamatan Rejoso, Kota Nganjuk dipenuhi tumpukan sampah dan rumput hingga mengakibatkan sungai meluap dan menerjang plengsengan tebing sungai hingga longsor.
Warga setempat khawatir kondisi tersebut semakin rawan hingga bisa saja merobohkan jembatan penghubung antar desa tersebut.
Tampak plengsengan tanah penahan di sisi Sungai Widas, Desa Kutorejo, Kecamatan Bagor, yang sudah tidak mampu lagi menahan longsor setinggi sekitar 50 meter dan dengan kedalaman 7 meter. Longsor ini terjadi setelah plengsengan tersebut tidak lagi mampu menahan derasnya arus air dan tumpukan sampah yang seharusnya tidak dibuang di lokasi tersebut.
Longsor tersebut terjadi saat wilayah ini diguyur hujan deras yang memicu meluapnya sungai Widas. Selain itu, penumpukan sampah dan batang bambu di bawah jembatan menghalangi aliran sungai, sehingga air sungai menghantam penahan tebing.
Akibat longsor satu rumah milik warga, satu gudang, dan satu kandang ternak sapi yang terletak di sisi sungai mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu kondisi rumah warga yang berdekatan dengan Plengsengan turut mengalami retak hingga rawan longsor.
Kasie Pemerintahan Desa Kutorejo, Sumardi mengatakan saat ini sejumlah warga yang dibantu Tim BBWS UPT PU Pengairan dan BPBD berupaya membersihkan tumpukan sampah yang berada di bawah jembatan.
“Kita sudah bekerjasama dan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempersiapkan tumpukan batang bambu yang ada di pinggir sungai , memang sangat mengganggu hingga menyebabkan luapan sungai menggerus penahan sisi sungai ini, “ ucap Sumardi.
Situasi ini juga menyoroti dampak dari kurangnya pengelolaan sampah dan infrastruktur yang memadai di daerah tersebut. Pengaruh alam yang semakin tidak menentu dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar bencana serupa tidak terjadi di masa mendatang.
Warga berharap agar Pemerintah segera turun tangan membantu warganya yang terancam musibah. Terlebih kondisi di Wilayah Bagor yang saat ini memerlukan perhatian.










