TVRINews, Kab. Hulu Sungai Utara
Kurangnya minat pasar terhadap itik Alabio membuat para peternak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan mulai beralih memelihara itik hasil perkawinan silang antara itik Alabio dan itik Mojosari, yang dikenal sebagai itik Mojosari Alabio atau M-A.
Selain faktor pasar, tingginya tingkat kematian (mortalitas) pada itik Alabio juga menjadi tantangan bagi peternak. Untuk tetap bertahan, peternak melakukan inovasi dengan mengawinsilangkan itik Alabio dengan itik Mojosari.
Itik jenis M-A ini dinilai memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dan lebih mudah dalam pemeliharaan. Salah seorang peternak, Ulis, mengaku kini lebih memilih memelihara itik M-A karena dinilai lebih praktis.
“Dibandingkan itik Alabio, saat ini lebih berkembang itik Mojosari Alabio. Hal ini karena berbeda dengan itik Alabio yang saat masih kecil sering mengalami kematian, sehingga banyak peternak beralih ke jenis persilangan,” jelas Uli, dikutip Rabu, 22 April 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, Ni’matun Munatifah, menyebut peternak memang lebih tertarik membudidayakan itik hasil kawin silang.
“Memang saat ini peternak lebih suka membudidayakan itik hasil persilangan, yakni jantan Mojosari dan betina Alabio, yang dikenal sebagai itik MA. Rata-rata peternak memiliki keduanya, namun komposisi itik Alabio murni lebih sedikit. Itik MA lebih diminati karena lebih tahan terhadap penyakit, produksinya tinggi, dan telurnya lebih besar. Meski demikian, bantuan kepada peternak tetap menggunakan itik Alabio murni yang dipesan khusus dari penetasan,” jelas Ni’matun.
Menurutnya, itik hasil persilangan memiliki sejumlah keunggulan, seperti lebih tahan terhadap penyakit, produktivitas yang tinggi, serta menghasilkan telur berukuran lebih besar. Meski demikian, itik Alabio tetap dipertahankan sebagai indukan.
Pemerintah daerah melalui setiap program bantuan tetap menyalurkan itik Alabio kepada para peternak untuk menjaga keberlanjutan itik Alabio. Meski banyak peternak telah beralih ke itik hasil persilangan, mereka tetap diharapkan memelihara itik Alabio sebagai indukan, sekaligus menjaga kelestariannya sebagai ikon produk asli Kabupaten Hulu Sungai Utara.










