TVRINews, Babel
Provinsi Bangka Belitung mendapat kuota 1.077 jemaah haji untuk penyelenggaraan haji 2026 Masehi atau 1448 Hijriyah. Jumlah ini meningkat dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang hanya 1.065 jemaah.
Namun, Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bangka Belitung, Dewi Rosaria Indah mengatakan hingga 9 Desember 2025, baru 133 calon jemaah atau sekitar 12,35 persen yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap pertama. Pelunasan BIPIH dibuka sejak 24 November hingga 23 Desember 2025.
“Sampai data terakhir kami, baru 12 persen calon jemaah yang melunasi BIPIH. Proses istitoah atau verifikasi kesehatan sekarang diperketat, sehingga beberapa calon jemaah yang memiliki penyakit tertentu belum bisa dinyatakan layak berangkat,” ungkapnya
Delapan jenis penyakit disebut bisa membuat calon jemaah tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat haji.
Pemerintah daerah melalui Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kabupaten/kota serta tokoh masyarakat telah diimbau untuk mengedukasi calon jemaah agar segera menyelesaikan pelunasan dan menjaga kesehatan.
Biaya BIPIH untuk calon jemaah haji dari Embarkasi Palembang pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 54.206.922.
“Kami berharap seluruh calon jemaah segera menyelesaikan pembayaran dan menjaga kondisi kesehatan agar ibadah haji tahun depan dapat berjalan lancar dan aman,” kata dia
Dengan kuota yang meningkat, pemerintah daerah berharap koordinasi antarinstansi dan sosialisasi kepada masyarakat dapat mempercepat proses pelunasan, sehingga tidak ada calon jemaah yang tertunda keberangkatannya karena kendala administrasi atau kesehatan.










