TVRINews, Jakarta
TNI Angkatan Darat (TNI AD) menurunkan personel dan alat berat untuk membantu penanganan bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera.
Langkah cepat ini dilakukan guna mempercepat proses evakuasi, membuka akses jalan, serta memulihkan fasilitas publik yang terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
TNI AD Turun ke Lokasi Bencana
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Kolonel Infanteri Donny Pramono menyampaikan bahwa prajurit selalu berada di barisan terdepan ketika bencana melanda.
Sejumlah daerah di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan mengalami banjir, tanah longsor, hingga kerusakan akibat angin kencang.
“Di mana pun bencana, TNI pasti hadir pertama. Mulai dari Papua, Cilacap, Banjarnegara, Semeru, hingga Sumatera Barat, Aceh, dan Sibolga, semua sudah kami tangani,” ujar Donny, dikutip Jumat, 28 November 2025.
Ribuan Personel Dikerahkan
Data dari berbagai komando utama dan satuan daerah menunjukkan bahwa TNI AD telah menurunkan ribuan personel, disertai alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung operasi penanganan bencana.
Sejumlah satuan yang terlibat meliputi Kodam I/Bukit Barisan, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, dan Kodam Iskandar Muda.
Ketiga komando tersebut telah mengirim tim kesehatan, pasukan zeni, serta logistik perbekalan untuk membantu warga.
“Semua sudah kami respons cepat. Kami harus selalu hadir untuk rakyat,” kata Donny.
Akses Jalan dan Komunikasi Dipulihkan
Pasukan zeni TNI AD juga mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang sempat terputus akibat longsor dan banjir. Di beberapa titik, jaringan komunikasi yang rusak turut diperbaiki.
Menurut Donny, kerja sama dilakukan bersama BPBD, aparat daerah, serta teknisi telekomunikasi untuk memulihkan sinyal di wilayah terdampak, termasuk di Sibolga.
“Tim komunikasi sudah turun, lengkap dengan berbagai instansi pendukung lainnya,” ujarnya.
TNI AD memastikan terus memonitor perkembangan di lapangan. Bila dibutuhkan, personel tambahan akan kembali dikerahkan untuk memperkuat upaya penanganan bencana.










