TVRINews, Sumatera Utara
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMKN 1 Sei Rampah, Rizal Amri Nasution, menyampaikan imbauan kepada calon siswa untuk menghapus aplikasi game online dari ponsel mereka. Imbauan ini disampaikan pada hari keempat pelaksanaan SPMB yang berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025, di SMKN 1 Sei Rampah.
Menurut Rizal, banyak ponsel milik calon siswa yang dipenuhi aplikasi game online, seperti Mobile Legends dan lainnya.
Keberadaan aplikasi tersebut tidak hanya menguras daya dan kuota internet, tetapi juga membuat perangkat menjadi lambat saat mengunduh aplikasi SPMB.
“Banyak ponsel siswa yang penuh dengan game, sehingga menjadi lemot dan sulit mengunduh aplikasi SPMB. Ini tentu menjadi kendala bagi mereka dalam proses pendaftaran,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Gunung Semeru Meletus 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Waspada
Selain itu, panitia juga menemukan beberapa aplikasi judi online seperti slot games yang terpasang di ponsel siswa. Rizal menekankan bahwa penghapusan aplikasi semacam itu merupakan langkah pencegahan terhadap dampak negatif yang bisa mengganggu fokus belajar dan kesehatan mental siswa.
"Anjuran ini kami sampaikan juga kepada para orang tua, karena sebagian besar anak datang mendaftar didampingi orang tua. Dengan dukungan mereka, kami harap ini menjadi langkah awal mengurangi ketergantungan pada hal-hal negatif,” tambah Rizal.
Salah satu orang tua calon siswa, Waty, menyambut baik imbauan tersebut. Ia mengaku tidak keberatan dengan kebijakan yang dianjurkan panitia.
“Sebagai orang tua, kami sangat mendukung hal-hal positif yang bisa membantu anak lebih fokus belajar. Kalau memang game online mengganggu, kami setuju untuk dihapus,”ungkapnya.
Panitia berharap, dengan ponsel yang lebih bersih dari aplikasi tidak penting, proses pendaftaran dapat berjalan lancar dan siswa dapat lebih fokus menghadapi tahap-tahap seleksi selanjutnya.










