
Penulis: Rendy Artha
TVRINews, Jambi
Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis Provinsi Jambi masih menunggu hasil uji laboratorium terkait insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis yang menimpa penerima manfaat di Kabupaten Muaro Jambi pada akhir Januari lalu.
Sekretaris Satgas Percepatan MBG Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan proses investigasi dilakukan secara hati-hati untuk menentukan titik kontaminasi terhadap sampel makanan jenis soto yang diduga menjadi penyebab keracunan.
“Hasil investigasi menjadi bagian penting untuk menentukan kategori sanksi, baik ringan hingga berat, jika satuan pelayanan pemenuhan gizi terbukti melakukan kesalahan ataupun pelanggaran,” ujar Sekretaris Satgas Percepatan MBG Provinsi Jambi, Johansyah, pada Jumat, 20 Februari 2026.
Johansyah menegaskan menu soto yang diberikan pihak SPPG sebenarnya tidak bermasalah secara komposisi. Pendalaman spesifik sangat dibutuhkan untuk mencari letak kesalahan sehingga menimbulkan keracunan.
Selama proses investigasi berjalan, operasional SPPG Sengeti yang seharusnya menyalurkan MBG bagi tiga ribu penerima manfaat untuk sementara dihentikan. Penutupan total operasional ini berlaku hingga adanya keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional terkait penanganan kejadian tersebut.
“Insiden keracunan massal MBG yang menimpa penerima manfaat di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, sepenuhnya sudah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional untuk mendapatkan tindak lanjut,” lanjutnya.
Editor: Redaktur TVRINews
