TVRINews, Jakarta
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan seiring pekerjaan pemasangan pipa distribusi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan SOI. Rekayasa lalu lintas ini diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan rekayasa dilakukan karena adanya penyempitan badan jalan pada titik-titik yang menjadi lokasi pekerjaan.
"Ruas jalan yang terdampak meliputi Jalan Ciputat Raya, T.B. Simatupang, R.A. Kartini, dan Jalan Deplu Raya," ujar Syafrin, Sabtu, 15 November 2025.
Menurut Syafrin, rekayasa lalu lintas dilakukan agar jalan tetap dapat berfungsi selama proses pembangunan berlangsung. Penyesuaian dilakukan mengikuti kondisi lapangan dan tahapan pekerjaan yang berjalan.
"Untuk pekerjaan saluran Jacking, tahap 1 Pit STA 0+087 di Jalan Ir. H. Juanda Sisi Barat Sespolwan, telah berjalan sejak 26 September lalu dan diperkirakan rampung 31 Desember 2025 nanti," jelasnya.
Di lokasi tersebut, lanjut Syafrin, Dishub juga melakukan penyesuaian geometrik median untuk mengoptimalkan lajur lalu lintas.
Pekerjaan juga berlangsung di Pit STA 1+475, Jalan T.B. Simatupang sisi utara dekat simpang FedEx. Kegiatan ini telah berjalan sejak 17 Oktober dan dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2025. Penyesuaian median dan pemasangan barrier turut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
"Lalu, lokasi Pit STA 1+475, yang berada di Jalan T.B. Simatupang Sisi Utara (simpang fedex) setelah putaran Timur-Timur; telah dilaksanakan sejak 17 Oktober lalu dan diperkirakan rampung 31 Desember mendatang," tambah dia.
Syafrin mengungkapkan, pekerjaan dilakukan sebagian secara bergantian pada malam hari agar ketika pagi hari sudah dapat dilintasi kendaraan.
Selesai itu, Segmen 2B (STA 2+400–2+800) juga telah berlangsung sejak 26 September dan diperkirakan selesai 30 November 2025. Untuk segmen 3 dan 4, yakni STA 2+850–3+200 serta STA 3+200–3+632, waktu pekerjaan akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas.
Ia menambahkan, pagar area kerja akan diatur mengikuti kebutuhan mobilisasi kendaraan.
"Selama pekerjaan berlangsung akan ada pengurangan atau penyempitan badan jalan," tuturnya.
Dishub pun meminta kontraktor, PT CRCC (China Railway Construction Corporation), memastikan akses keluar-masuk gedung di sekitar lokasi tetap terjaga.
Selain itu, pelaksana proyek diminta bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pengguna jalan, baik pengendara bermotor maupun non-motor. Rekayasa lalu lintas juga berpotensi disesuaikan dengan kebutuhan operasi Nataru 2025–2026.
Syafrin mengimbau masyarakat menghindari ruas jalan terdampak dan mengikuti pengaturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini dan menyesuaikan jalur perjalanannya. Terima kasih atas pengertiannya,” ujar Syafrin.










