TVRINews, Batang
Sebuah gempa dengan magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Batang pada pukul 14.35 WIB, merusak sejumlah infrastruktur publik dan gedung perkantoran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengerahkan tim ke beberapa titik yang terdampak gempa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, menyatakan bahwa pusat gempa terdeteksi di Batursari, perbatasan Kabupaten Batang dan Pekalongan. "Wilayah yang mengalami kerusakan di Desa Lebo, Karangasem, Masjid Agung Batang, pendapa kabupaten, dan Pasar Batang," jelasnya saat ditemui di kantor BPBD setempat pada hari Minggu 7 Juli 2024.
Belum diketahui penyebab pasti dari gempa ini, namun komunikasi intensif terus dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Titik gempa ada di sebelah barat daya, kemungkinan besar tidak menimbulkan tsunami," tambah Fajri dengan tegas.
Rohmani, anggota keamanan Masjid Agung Batang, menceritakan situasi saat gempa terjadi. Menurutnya, gemuruh keras membuat seluruh jemaah masjid panik dan berhamburan keluar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi suaranya gemuruh, semua orang yang ada di serambi dan ruangan dalam masjid keluar karena ketakutan," ungkapnya.
BPBD Batang saat ini masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Upaya evakuasi dan pendataan kerusakan sedang berlangsung untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak lebih lanjut dari gempa ini.
Baca Juga: Ritual Jamasan Pusaka di Kabupaten Batang, Melestarikan Tradisi Malam 1 Suro










