TVRINews, Sumba Barat Daya
Dalam suatu peristiwa bersejarah, keluarga Riti merayakan dengan penuh syukur Misa Syukur Kaul Kekal yang diikrarkan oleh Suster Kristina D. Riti, SSps. Upacara berahmat ini mengambil tempat di Paroki Santo Arnoldus Jansen Tambolaka di Ombawawi Desa Pogotena, Kecamatan Loura, Kabupaten SBD.
Dengan motto "Cukuplah kasih Karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-ku menjadi sempurnah" (2 Kor 12:9), Suster Kristina D. Riti, SSpS, menggambarkan komitmen dan dedikasinya kepada panggilan kehidupan religius. Dalam sambutannya, dia berbagi pengalamannya tentang cinta dan dukungan yang dirasakannya dari Tuhan Yesus dalam perjalanannya.
Dalam momen refleksi hidupnya, Suster Kristina merasa sangat diberkati oleh Tuhan, yang memberikan kelimpahan yang cukup untuk keluarganya. Meskipun menghadapi tantangan dan keterbatasan, berkat-Nya memampukan Suster Kristina untuk mendidik dan menyekolahkan anak-anak, membuktikan keajaiban Tuhan dalam memberi.
Lorens D. Riti, anak sulung dari keluarga Rity Karedi Umbubogha, mengungkapkan kebahagiaannya atas keputusan adiknya untuk mengabdikan diri sebagai Suster SSpS. Dalam pesannya, ia mendorong Suster Kristina untuk terus setia pada panggilannya sebagai biarawati Katolik.
Sebagai bentuk pelepasan dan ungkapan kesetiaan terhadap panggilan Suster Kristina, keluarga Riti menyerahkan dua ekor babi kepada Paroki Santo Arnoldus Jansen Tambolaka. Tindakan ini melambangkan ikatan yang kuat dan penghargaan terhadap perjalanan religius yang akan diambil oleh Suster Kristina.
"Sebagai orang Sumba khusus wilayah Loura dalam konteks budaya, hari ini adik kami Suster Kristina tidak lagi menjadi warga suku Karediumbumogha karena sudah memilih menjadi warga suku SSpS maka kami tetap memberikan dua ekor babi, satu pasang kain sebagai simbol pelepasan" Jelas Lorens D. Rity yang disaksikan ribuan umat yang hadir.
Sementara itu Hendro Mada, seorang tokoh masyarakat setempat, berharap bahwa semakin banyak individu yang merespons panggilan hidup membiara, baik sebagai suster maupun imam. Dia melihat peristiwa misa syukur ini sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk menjalani panggilan religius dan mendedikasikan diri mereka bagi gereja dan masyarakat.
Dalam cahaya peristiwa yang bersejarah ini, semangat dan dedikasi Suster Kristina D. Riti, SSps, menjadi tanda harapan bagi masa depan panggilan hidup religius, mengilhami banyak orang untuk mengikuti jejaknya dalam melayani Tuhan dan sesama.










