
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur menggelar tanam padi serentak di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang diinisiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Tanam serempak dipusatkan di lahan Kelompok Tani Sina Puken Jawa Nimun dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga penyuluh pertanian. Sinergi ini diarahkan untuk mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT) sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pada musim tanam IP 2 ini, petani menggarap lahan seluas 0,5 hektare dengan menggunakan varietas padi unggul Inpari Nutrizink berumur 21 hari.
Pola tanam yang diterapkan adalah jajar legowo 2:1, yang dinilai efektif meningkatkan produktivitas melalui pengaturan jarak tanam dan sirkulasi udara yang lebih baik.
Program OPLAH di Daerah Irigasi Konga sendiri menargetkan total luasan hingga 25 hektare. Pemerintah daerah optimistis, upaya ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi serta indeks pertanaman di wilayah tersebut.
Penyuluh pertanian Desa Konga, Elisabeth Martha Assan, menilai keterlibatan aktif petani menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Penerapan jajar legowo dan penggunaan benih unggul memberi peluang besar untuk meningkatkan hasil panen. Ini menunjukkan kesiapan petani dalam mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Flores Timur diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Editor: Redaksi TVRINews
